met datang di blogku ....salam kenal buat para blogger....kali ini saya tidak mencopy berita....tp ingin sedikit berbagi dengan para blogger sejati,kemarin tanpa sengaja saya buka account saya FB ada iklan yang betul2 membuatku penasaran....judulnya aja http://www.penasaran.net/?ref=v5b3ha
setelah di telusuri, dibaca,cari info langsung sama orang2 yang sudah berkecimpung di dalam O.D.A.P. langsung hati ini mantap tuk melangkah mulai bekerja untuk O.D.A.P.....so saya belum berhasil jadi belum ada yang bisa saya ceritakan panjang lebar untuk para blogger mungkin bulan depan kita sama-sama melihat hasil kerja saya.....betul2 bikin dag dig dug hati ini (hehehe..)maklum i'm begginer untuk berkelana di dunia maya ini....so...kalau penasaran juga coba aja di klik di sini
Rabu, 28 September 2011
Minggu, 11 September 2011
Keutamaan Para Penghafal Al-Qur’an
Assalamua’alaikum wr wb,,,
**Keutamaan di Dunia**
1. Menghapal Al Quran merupakan keutamaan rabbani yang datang dari Allah SWT.
Bahkan nikmat menghapal Quran sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapat wahyu.
Rasulullah SAW
menjelaskan, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Quran, maka sungguh
dirinya telah menaiki derajat kenabian hanya saja tidak diwahyukan
kepadanya. Tidak pantas bagi hafidzh quran bersama siapa saja yang ia
dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan
kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat
firman Allah.” (HR. Hakim)
2. Seorang hafidz quran adalah orang yang mendapat penghargaan khusus dari Nabi SAW
Diantara
penghargaan nabi yang pernah diberikan nabi kepada sahabat penghapal
quran adalah perhatian yang khusus kepada syuhada Uhud dengan
mendahulukan pemakamannya dan dalam pengiriman delegasi Rasulullah
memilih orang yang paling banyak hafalannya sebagai delegasi.
“Adalah nabi
mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda,
“Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika
ditunjuk salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang
lahat.” (HR. Bukhari)
Dari Abu
Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang
banyak umlahnya, kemudian Rasulullah mengetes hafalan mereka, kemudian
satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampaikanlah
pada Shahabi yang paling muda usaianya, beliau bertanya, “Surat apa yang
kau hafal? Ia menjawab, “Aku hafal surat ini..surat ini..dan surat Al
Baqarah.”Benarkah kau hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi
menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah
pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)
3. Menghapal Al Quran merupakan ciri orang yang diberi ilmu
“Sebenarnya, Al
Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang
diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali
orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Ankabut : 49)
4. Hafidz quran merupakan keluarga Allah di muka bumi
Daripada Anas
ra. Ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu
mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata
lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu
ahli quran (orang yang membaca atau menghapal quran dan mengamalkannya).
Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.”
(HR. Ahmad)
5. Menghormati hafidz quran berarti mengagungkan Allah
Daripada Abu
Musa Al Asya’ari ra ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam
yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak
berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al Quran
tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu
Daud)
6. Al Quran menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Mereka lebih berhak menjadi iman sholat
Daripada Ibnu Mas’ud ra. Dari Rasulullah SAW beliau bersabda:
“Yang menjadi imam dalam sholat suatu kaum adalah yang paling banyak hapalannya.” (HR. Muslim)
“Yang menjadi imam dalam sholat suatu kaum adalah yang paling banyak hapalannya.” (HR. Muslim)
**Keutamaan di Akhirat**
1. Al Quran akan menjadi syafaat bagi penghapalnya
Dari Abi Umamah
ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata, “Bacalah Quran,
sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para
pembacanya (penghafal).” (HR. Muslim)
2. Hifdzul Quran akan meninggikan derajat manusia di surga
Dari Abdillah
bin Amri bin ‘Ash dari nabi SAW. Ia bersabda, “Akan dikatakan kepada
shahib quran, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau
mentartilkan Al Quran di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat
yang kau baca.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).
Para ulama
menjelaskan arti shahib Quran adalah orang yang hafal semuanya atau
sebagian, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya, dan
berakhlak seperti isinya.
3. Penghafal Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat
“Dan
perumpamaan orang yang membaca Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatNya
bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)
4. Bagi para penghafal Quran akan diberikan mahkota kehormatan
Dari Abu
Hurairah ra, ia berkata, “Baginda bersabda, orang yang hafal Al Quran
nanti akan datang dan Al Quran akan berkata: “Wahai Tuhan, pakaikanlah
dia dengan pakaian yang baik lagi baru.”Maka orang tersebut diberikan
makhota kehormatan. Al Quran berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahkanlah
pakaiannya.” Maka orang itu diberi pakaian kehormatannya. Al Quran
berkata lagi: “Wahai Tuhan, redailah dia.” Maka kepadanya dikatakan,
“Baca dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu
kebajikan.” (HR. At Tirmidzi)
5. Orang tua memperoleh pahala khusus jika anaknya penghafal Al Quran
Dari Buraidah
Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda
“Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka
dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti
cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan),
yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami
dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak
kalian untuk mempelajari Al Quran”. (HR. Al Hakim)
6. Penghafal Quran adalah orang yang tidak rugi dalam perdagangannya
“Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan
menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang
tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan
menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir : 29-30)
Ada beberapa
keutamaan-keutamaan yang lain yang haditsnya dhaif, antara lain
penghafal Al Quran tidak pernah pikun, akalnya selalu sehat, dapat
memberi syafaat pada sepuluh orang keluarganya, orang paling kaya,
doanya selalu dikabulkan, dan pembawa panji-panji Islam.
Wassalamu’alaikum wr wb,,,,
Refe
Lima Bahan Makanan Terbaik untuk Wanita
Ingin tahu bahan makanan apa yang baik untuk kesehatan para wanita? Simak penjelasan ahli berikut ini.
Wanita sering kali bingung ketika memilih bahan makanan yang cocok untuk diet serta menjaga kesehatan mereka. Lima jenis makanan di bawah ini, menurut ahli, sangat sesuai untuk mencegah masalah kesehatan yang umum dialami para wanita.
1. Tomat
Penelitian para ilmuwan di Boston, Amerika Serikat, tomat sangat menyehatkan terutama bagi para wanita. Kandungan likopen di dalam tomat dapat mencegah kanker payudara serta kanker mulut rahim (serviks) yang menjadi momok menakutkan. Selain itu, tomat juga bisa mencegah adanya gangguan jantung. Rasanya pun enak serta tak banyak mengandung kalori — sehingga sangat cocok untuk menu diet.
2. Salmon
Kandungan Omega-3 pada ikan salmon memberi banyak keuntungan bagi para wanita. Selain proteinnya yang tinggi, salmon juga bebas lemak sehingga para wanita tak perlu khawatir dengan berat badannya saat menyantap salmon. Pada wanita yang tengah mengandung, kandungan minyak pada salmon dapat meyehatkan janin serta meminimalkan gangguan kehamilan pada trimester pertama.
3. Jus Cranberry
Kandungan vitamin C yang tinggi serta antioksidan dalam buah cranberry dapat menyembuhkan infeksi saluran kencing yang sering dialami para wanita. Selain itu antioksidan dan vitamin C tadi juga bisa membantu melawan bakteri yang masuk ke bagian intim wanita saat buang air di tempat yang kurang bersih.
4. Yoghurt
Yoghurt merupakan salah satu kudapan kegemaran para wanita. Betapa tidak, selain rasanya segar, kalorinya pun rendah. Protein tinggi dan lemak rendah pada yoghurt dapat membuat tekanan darah menjadi normal serta tingkat gula darah tak terlalu tinggi. Anda pun bisa terhindar dari berbagai penyakit.
5. Kacang kenari
Kacang kenari mengandung Omega-3 dan antioksidan tinggi. Menyantap 55 gram kenari setiap hari akan memperkecil risiko terkena penyakit seperti kanker atau tumor. Selain itu, kenari juga memiliki protein yang tinggi sehingga para wanita dapat terhindar dari penyakit keropos tulang yang sering melanda.
Wanita sering kali bingung ketika memilih bahan makanan yang cocok untuk diet serta menjaga kesehatan mereka. Lima jenis makanan di bawah ini, menurut ahli, sangat sesuai untuk mencegah masalah kesehatan yang umum dialami para wanita.
1. Tomat
Penelitian para ilmuwan di Boston, Amerika Serikat, tomat sangat menyehatkan terutama bagi para wanita. Kandungan likopen di dalam tomat dapat mencegah kanker payudara serta kanker mulut rahim (serviks) yang menjadi momok menakutkan. Selain itu, tomat juga bisa mencegah adanya gangguan jantung. Rasanya pun enak serta tak banyak mengandung kalori — sehingga sangat cocok untuk menu diet.
2. Salmon
Kandungan Omega-3 pada ikan salmon memberi banyak keuntungan bagi para wanita. Selain proteinnya yang tinggi, salmon juga bebas lemak sehingga para wanita tak perlu khawatir dengan berat badannya saat menyantap salmon. Pada wanita yang tengah mengandung, kandungan minyak pada salmon dapat meyehatkan janin serta meminimalkan gangguan kehamilan pada trimester pertama.
3. Jus Cranberry
Kandungan vitamin C yang tinggi serta antioksidan dalam buah cranberry dapat menyembuhkan infeksi saluran kencing yang sering dialami para wanita. Selain itu antioksidan dan vitamin C tadi juga bisa membantu melawan bakteri yang masuk ke bagian intim wanita saat buang air di tempat yang kurang bersih.
4. Yoghurt
Yoghurt merupakan salah satu kudapan kegemaran para wanita. Betapa tidak, selain rasanya segar, kalorinya pun rendah. Protein tinggi dan lemak rendah pada yoghurt dapat membuat tekanan darah menjadi normal serta tingkat gula darah tak terlalu tinggi. Anda pun bisa terhindar dari berbagai penyakit.
5. Kacang kenari
Kacang kenari mengandung Omega-3 dan antioksidan tinggi. Menyantap 55 gram kenari setiap hari akan memperkecil risiko terkena penyakit seperti kanker atau tumor. Selain itu, kenari juga memiliki protein yang tinggi sehingga para wanita dapat terhindar dari penyakit keropos tulang yang sering melanda.
5 Jenis Makanan untuk Kecantikan Rambut Anda
Efek sinar matahari, klorin dan kekeringan
karena musim kemarau akan sangat berbahaya bagi keindahan rambut Anda.
Mereka bisa membuat helaian rambut lebih kusam dan rapuh dari biasanya.
Di samping pengaruh lingkungan, diet yang Anda lakukan memberikan dampak
yang besar pada kesehata rambut.Ahli diet dan penulis “Nutrition at Your Fingertips” Elisa Zied membantu kita untuk memilih makanan apa saya yang bermanfaat untuk mengembalikan kemilau rambut Anda agar indah seperi sediakala.
1. Kedelai
Selain sebagai alternatif asupan daging, produk makanan yang mengandung kedelai dilengkapi dengan protein dan asam lemak Omega-3. Mengonsumsi kedelai dan tahu akan mengingkatkan kemilau rambut yang berasal dari Omega-3 dan keratin, sejenis protein yang merupakan unsur di rambut.
2. Kangkung
Biarkan sayuran ini dimakan mentah dan dapatkan semua nutrisinya, tapi meskipun Anda ingin memasak ataupun menumisnya, kangkung tetap dapat memberikan banyak kandungan vitamin A dan zat besi. Zied mengatakan, vitamin A dapat membantu memulihkan rambut kering dan menjaga kesehatan gigi, tulang dan jaringan tubuh seperti kulit. Zat besi pun memiliki manfaat yang sama bagi tubuh dan juga membantu menumbuhkan rambut.
3. Tiram
Meski tanpa mutiara, makhluk laut ini mampu meningkatkan kecantikan. Zied mengatakan tiram mengandung jumlah Omega-3 yang cukup untuk meningkatkan kemilau rambut, dan vitamin B12 yang telah terbukti untuk mengurangi kerontokan rambut.
4. Produk rendah lemak
Susu, yoghurt, dan keju rendah lemak memiliki banyak kandungan protein dan vitamin B12. Menurut Zied, semua itu sangat berguna untuk memperkuat rambut.
5. Salad
Lengkapi salad hijau Anda dengan bahan-bahan yang mengandung banyak vitamin A seperti selada, wortel, paprika merah, brokoli. Zied secara khusus menyarankan Anda untuk memilih bahan-bahan tersebut untuk membuat rambut lembut dan lebat, selain juga berguna bagi diet tubuh Anda.
Empat Tanda Kulit Anda Mengalami Penuaan Dini
Bukan sesuatu hal yang mustahil bagi seorang
wanita berusia 20- atau 30-an untuk mengalami penuaan dini pada
kulitnya. Radikal bebas seperti terpaan sinar matahari langsung, stres
dan polusi lingkungan menjadi faktor penting penuaan dini pada kulit.Faktor lainnya seperti merokok, minuman beralkohol ataupun diet yang tidak sehat juga turut mempengaruhi rusaknya kulit Anda. Sebagai akibatnya, kulit kehilangan keindahan dan mulai menunjukkan ciri-ciri fisik penuaan dini. Berikut ini tanda-tanda penuaan dini pada kulit yang patut Anda waspadai.
1. Keriput
Tanda yang paling mudah untuk dilihat tentu saja adalah kulit yang mulai keriput. Akademi Dermatologi Amerika menjelaskan, keriput ini muncul akibat terpaan sinar matahari, dan semakin bertambah parah jika Anda merokok. Terpaan radikal bebas akan merusak DNA pada kulit hingga ke membran sel. Kolagen dan elastin, protein yang berguna bagi kesehatan dan keindahan kulit, makin lama makin rusak yang mengakibatkan kulit akan mulai kendur dan kehilangan elastisitasnya. Faktor keturunan, seperti genetik dan ras, sebenarnya juga memengaruhi cepat lambatnya seseorang berkeriput.
2. Noda kehitaman
Noda kehitaman, atau biasa disebut age spot, akan muncul dengan warna yang lebih gelap dari kulit sekitarnya. Menurut Institut Kesehatan Nasional, age spot umumnya dijumpai pada manusia yang sudah berumur di atas 40 tahun yang menghabiskan banyak waktunya di bawah sinar matahari. Biasanya muncul di daerah lengan, tangan, wajah, dahi dan bahu (pokoknya bagian-bagian yang mudah terkena sinar matahari langsung).
3. Tekstur kulit kasar
Masalah lainnya yang menandai kulit mengalami penuaan dini adalah tekstur kulit yang menjadi kasar. Kolagen dan elastin akan rusak jika terus-menerus mendapat terpaan sinar matahari. Kolagen bermanfaat menjaga kekuatan dan elastisitas kulit, sedangkan elastin akan menjadikan kulit tetap kencang dan fleksibel. Terlalu banyak berada di bawah sinar matahari akan membuat kulit tampak kering dan kasar.
4. Pori-pori melebar
Pori-pori yang membesar juga dikaitkan sebagai tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Semakin seseorang bertambah tua, pori-porinya akan semakin besar akibat penumpukan kulit mati. Pori-pori yang membesar ini dapat diatasi dengan rajin melakukan perawatan kulit yang mencakup pengangkatan sel-sel kulit mati.
sumber : http://id.promotion.yahoo.com/
Sabtu, 10 September 2011
cara agar Membuat IQ Anak Tinggi yaitu dengan berenang
Ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan,
bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungkan ke dalam
air.
Hasil
penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistik IQ
anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang
anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah
usia 5 tahun.
Anak-anak
tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya
itu, pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya pun lebih baik.
Penelitian
lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang
orang dewasa karena bayi tak pernah memiliki faktor X, semisal bahaya.
Bukankah bayi belum mengerti bahaya?
Lagi
pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak
berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.
Selain
itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke
dalam air tanpa takut tenggelam karena pada usia tersebut ia memiliki
refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.
"Refleks
melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti
halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr Karel Staa
dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.
Jadi,
bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara
otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog
sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi
sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia
tersebut bayi tak bisa berenang lagi, lho.

Kendati
refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan
berenang walaupun tak terorganisasi atau acak-acakan. Soalnya, dengan
ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia
bisa mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi
sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.
Setelah
lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan,
saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses
melahirkan yang dilakukan di dalam air, lho.
"Secara
medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses
alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil
berenang."
Harus aman
Yang
penting diperhatikan, ketika berenang, bayi harus merasa aman dan
memang harus ada pengaman. Jadi, orangtua harus mendampinginya. "Jika
orangtua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan
bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respons dari
orangtua," tutur Karel.
Di
samping dengan orangtua mendampingi, juga bisa bermain dengan bayi
sehingga ada interaksi antarmanusia. "Ini merupakan salah satu
keunggulan berenang."

Coba
bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah
orangtua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama
terus-menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka
sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih.
Ini
akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa,
kedua orangtua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya,
berenang juga berguna untuk pertumbuhan.
"Motoriknya
berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai."
Bukankah saat berenang semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya
otot-otot tertentu yang bekerja.
Apalagi jika ibu memberikan baby walker
sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya,
gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu
yang bekerja.
sumber : http://www.uniquenews.net
sumber : http://www.uniquenews.net
Kekuatan Sedekah

Ada fakta menarik tentang otak ketika bersedekah :
Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat tanpa pandang agama yaitu ketika semua responden diberi sejumlah uang lalu dicatat aktifitas otak ketika senang menerima uang. Siapa sih yang tidak senang diberi uang?

Para ahli mencatat ada bagian tertentu pada otak yang "menyala" ketika senang menerima uang.
Setelah itu ditanya: uangnya mau dipakai sendiri atau mau didonasikan secara anonim? Responden bebas memilih. Responden yang jawab pakai sendiri uangnya, tidak terjadi apa-apa di otaknya. Tapi hal menakjubkan terjadi pada mereka yang menjawab akan mendonasikan uangnya.
Mereka yang jawab akan mendonasikan uangnya, otaknya kembali "menyala". Persis di tempat yg sama dengan pada saat mereka senang terima uang.
Kesimpulannya: Sedekah dengan ikhlas memberikan rasa SENANG yg sama dengan ketika menerima uang.
Bisa disimpulkan juga, kesenangan untuk bersedekah (filantropi) berlaku universal.
Jadi jika pada saat tanggal tua seperti sekarang merasa “tidak bahagia” karena kurang/tidak punya uang, BERSEDEKAHLAH. Maka kita akan merasa tanggal muda lagi.
Lalu kata ustadz sedekah bikin kaya, apakah benar? Nah, penelitian neuroecenomics berikutnya menjawab pertanyaan tersebut :

Beberapa penelitian lain meneliti hubungan SENANG dgn KAYA. Ribuan mahasiswa baru ditanya apakah mereka termasuk orang yang bahagia atau tidak bahagia. 15-20 thn kemudian, setelah mahasiswa itu lulus & mulai mapan, ditanya kembali berapa penghasilan mereka sekarang. Ternyata, responden yang dulunya MERASA BAHAGIA kini berpenghasilan rata-rata 31% lebih tinggi daripada yang dulunya MERASA TDK BAHAGIA. 300 karyawan di 3 perusahaan berbeda di Amerika disurvey tentang level bahagia mereka lalu diranking & dicatat penghasilannya masing-masing. 18 bulan kemudian ditanya lagi berapa gajinya.
Ternyata, semakin MERASA BAHAGIA, semakin tinggi juga kenaikan penghasilan mereka. Penelitian lain membuktikan, perusahaan dengan CEO yang periang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik daripada CEO yang pemurung.
Terbukti secara ilmiah: SEDEKAH --> BAHAGIA--> KAYA
Maka pesan moralnya adalah : jika kita sulit merasa bahagia, bahagiakanlah orang lain (sedekah), insya Allah kita akan merasakan bahagia.
sumber : http://www.uniquenews.net/2011/05/fakta-menarik-tentang-otak-ketika.html
Label:
amanah,
Hikmah,
Ibroh,
Pengetahuan,
Tarbiyah,
Tsaqafah Islamiyah
Ketika Halaqah Tak Lagi Dirindui
Suara-suara mendengung bak lebah itu menumbuhkan suasana syahdu dan
khusyuk. Lantunan kalam Ilahi yang meluncur dari lisan-lisan shalih itu
bak mantera penguat jiwa. Muraja’ah hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an serta talaqqi madahpenuh dengan semangat dan optimisme yang tinggi. Pertemuan pekanan ini ibarat ruh bagi jiwa, bak air untuk kehidupan.
Majelis pekanan yang lazim dikenal sebagai halaqah, tak bisa dipungkiri adalah nadi bagi sebuah harakah Islamiyah. Di dalamnya, para kader dakwah berinteraksi secara intim dan intens di bawah bimbingan seorang Murabbi. Pertemuan-pertemuan pekanan semacam ini haruslah dinamis dan produktif agar harakah Islamiyah dapat terus menggulirkan amal-amal dakwah demi kejayaan Islam. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tak selalu halaqah ini berjalan mulus. Ada kalanya rutinitas pekanan ini didera kelesuan. Karena bagaimanapun pribadi-pribadi di dalamnya adalah manusia, bukan kumpulan para malaikat, yang memiliki iman yang fluktuatif.
Mengapa sebuah halaqah tak lagi nyaman didatangi?
Pertama, disorientasi tujuan.
Motivasi orang mengikuti kajian rutin seperti halaqah sangat beragam. Ada yang karena ingin mendalami ilmu agama. Ada yang tertarik oleh ajakan kawan. Ada yang bersungguh-sungguh ingin menegakkan agama Allah. Pun tak sedikit yang semangat berhalaqah agar naik jenjang keanggotaan dalam jamaah. Nah, ketika dirasa peluang naik tingkat sangat kecil, bukan tidak mungkin semangat yang sebelumnya menyala-nyala bisa langsung padam. Disorientasi tujuan ini berkaitan erat dengan ruhiyah seseorang sehingga ketika ada yang mengalami hal ini, maka pasokan ruhiyahnya harus ditingkatkan. Bisikan-bisikan hawa nafsu harus ditepis agar keikhlasan tetap terjaga. Komitmen bergabung dalam jamaah dakwah harus dikuatkan kembali.
Kedua, pelaksanaan halaqah yang membosankan.
Bagaimanapun, mengelola halaqah ada seninya. Meskipun kurikulum sudah ada, silabus sudah lengkap dan tujuan masing-masing materi sudah jelas, tetap saja diperlukan strategi agar halaqah berjalan dinamis dan penuh kesan. Halaqah yang melibatkan semua komponen dan bergerak menuju arah yang sama tentulah halaqah yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Oleh karenanya setiap individu di dalam halaqah memiliki peranan yang sangat penting demi mewujudkan halaqah yang dirindui.
Ketiga, hubungan Murabbi dengan mutarabbi.
Murabbi sebagai pemimpin dan pengendali halaqah memegang peranan yang paling penting. Sosoknya haruslah mampu diterima semua anggota kelompok. Tidak ada penolakan terhadap dirinya. Imam Hasan Al Banna mengibaratkan figur ini sebagai syaikh dalam hal kepakaran ilmu, orang tua dalam hal kasih sayang, guru dalam hal pengajaran, kakak dalam hal teladan dan pemimpin untuk urusan ketaatan.
Pernah ada seorang mutarabbi yang menyampaikan kepada Murabbinya, “Ustadz, saya usul dalam halaqah kita ketika adzan Isya’ berkumandang marilah kita segera shalat berjamaah sebagaimana ketika kita shalat Maghrib.” Tak dinyana, jawaban Sang Murabbi begini.”Akhi, saya ketika halaqah dengan para doktor-doktor syariah biasa saja gak shalat Isya’ jamaah waktu halaqah. Shalatnya nanti di rumah saja biar waktu halaqah nggak terlalu lama. Saya rasa, yang perlu diperbaiki itu komitmen Antum. Antum suka datang telat, waktu halaqah tidur, kurang ihtiram, gak setor hafalan….”
Menjadi pemimpin, tak boleh alergi kritik sebagaimana menjadi mutarabbi pun tak boleh alergi nasihat dan teguran. Ketika jawaban tersebut disampaikan, maka si Al akh pun balik membalas, “Ustadz, saya kan usul. Usul itu bisa diterima atau ditolak. Kalo diterima, Alhamdulillah kalo nggak ya nggak apa-apa. Jangan malah membeberkan aib-aib saya…”
Ketika hubungan Murabbi-Mutarabbi seperti ini –saling menyerang- pastilah halaqah bukan lagi momen yang dirindukan. Ia akan menjadi waktu yang tidak diharapkan, atau dijalani dengan terpaksa. Dihadiri tanpa semangat. Oleh karenanya harus ada hubungan yang mesra antara Murabbi dengan mutarabbi-nya. Jika hubungan ini sudah tercipta, niscaya halaqah akan menjadi momen yang dinanti-nanti.
Keempat, melemahnya militansi.
Bisa jadi, masa-masa awal mengikuti halaqah adalah momen-momen yang tak terlupakan. Berkobar-kobarnya semangat dan keinginan meninggikan agama Allah. Setelah itu akan dirasakan kestabilan dan keadaan yang biasa-biasa saja. Kesibukan dunia, rutinitas kerja, tuntutan-tuntutan di luar dakwah dan kompleksitas dari ketiga faktor di atas akan melemahkan militansi. Pada kondisi seperti ini, halaqah bisa berubah menjadi sekedar rutinitas yang menjemukan. Hanya akan menjadi majelis ‘setor muka’. Jika ini yang terjadi, maka wajarlah jika kelak lambat laun halaqah tak akan lagi dirindui. Oleh karenanya, bangkitlah! Semangat itu tak dicari, tapi ditumbuhkan. Kemudian dipupuk dan dijaga dari hama dan virus yang akan melemahkannya. Militansi tak kenal musim. Ia harus dijaga senantiasa hidup dan menjadi api perjuangan.
Wahai Saudaraku, mari tumbuhkan kerinduan akan hari itu. Hari pertemuan kita dengan saudara yang diikat karena Allah. Hari yang di dalamnya penuh keberkahan dan doa para malaikat. Satu hari dalam setiap minggu yang kita dedikasikan untuk menghasilkan amal-amal dakwah dalam bingkai harakah Islamiyah…
sumber
Majelis pekanan yang lazim dikenal sebagai halaqah, tak bisa dipungkiri adalah nadi bagi sebuah harakah Islamiyah. Di dalamnya, para kader dakwah berinteraksi secara intim dan intens di bawah bimbingan seorang Murabbi. Pertemuan-pertemuan pekanan semacam ini haruslah dinamis dan produktif agar harakah Islamiyah dapat terus menggulirkan amal-amal dakwah demi kejayaan Islam. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tak selalu halaqah ini berjalan mulus. Ada kalanya rutinitas pekanan ini didera kelesuan. Karena bagaimanapun pribadi-pribadi di dalamnya adalah manusia, bukan kumpulan para malaikat, yang memiliki iman yang fluktuatif.
Mengapa sebuah halaqah tak lagi nyaman didatangi?
Pertama, disorientasi tujuan.
Motivasi orang mengikuti kajian rutin seperti halaqah sangat beragam. Ada yang karena ingin mendalami ilmu agama. Ada yang tertarik oleh ajakan kawan. Ada yang bersungguh-sungguh ingin menegakkan agama Allah. Pun tak sedikit yang semangat berhalaqah agar naik jenjang keanggotaan dalam jamaah. Nah, ketika dirasa peluang naik tingkat sangat kecil, bukan tidak mungkin semangat yang sebelumnya menyala-nyala bisa langsung padam. Disorientasi tujuan ini berkaitan erat dengan ruhiyah seseorang sehingga ketika ada yang mengalami hal ini, maka pasokan ruhiyahnya harus ditingkatkan. Bisikan-bisikan hawa nafsu harus ditepis agar keikhlasan tetap terjaga. Komitmen bergabung dalam jamaah dakwah harus dikuatkan kembali.
Kedua, pelaksanaan halaqah yang membosankan.
Bagaimanapun, mengelola halaqah ada seninya. Meskipun kurikulum sudah ada, silabus sudah lengkap dan tujuan masing-masing materi sudah jelas, tetap saja diperlukan strategi agar halaqah berjalan dinamis dan penuh kesan. Halaqah yang melibatkan semua komponen dan bergerak menuju arah yang sama tentulah halaqah yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Oleh karenanya setiap individu di dalam halaqah memiliki peranan yang sangat penting demi mewujudkan halaqah yang dirindui.
Ketiga, hubungan Murabbi dengan mutarabbi.
Murabbi sebagai pemimpin dan pengendali halaqah memegang peranan yang paling penting. Sosoknya haruslah mampu diterima semua anggota kelompok. Tidak ada penolakan terhadap dirinya. Imam Hasan Al Banna mengibaratkan figur ini sebagai syaikh dalam hal kepakaran ilmu, orang tua dalam hal kasih sayang, guru dalam hal pengajaran, kakak dalam hal teladan dan pemimpin untuk urusan ketaatan.
Pernah ada seorang mutarabbi yang menyampaikan kepada Murabbinya, “Ustadz, saya usul dalam halaqah kita ketika adzan Isya’ berkumandang marilah kita segera shalat berjamaah sebagaimana ketika kita shalat Maghrib.” Tak dinyana, jawaban Sang Murabbi begini.”Akhi, saya ketika halaqah dengan para doktor-doktor syariah biasa saja gak shalat Isya’ jamaah waktu halaqah. Shalatnya nanti di rumah saja biar waktu halaqah nggak terlalu lama. Saya rasa, yang perlu diperbaiki itu komitmen Antum. Antum suka datang telat, waktu halaqah tidur, kurang ihtiram, gak setor hafalan….”
Menjadi pemimpin, tak boleh alergi kritik sebagaimana menjadi mutarabbi pun tak boleh alergi nasihat dan teguran. Ketika jawaban tersebut disampaikan, maka si Al akh pun balik membalas, “Ustadz, saya kan usul. Usul itu bisa diterima atau ditolak. Kalo diterima, Alhamdulillah kalo nggak ya nggak apa-apa. Jangan malah membeberkan aib-aib saya…”
Ketika hubungan Murabbi-Mutarabbi seperti ini –saling menyerang- pastilah halaqah bukan lagi momen yang dirindukan. Ia akan menjadi waktu yang tidak diharapkan, atau dijalani dengan terpaksa. Dihadiri tanpa semangat. Oleh karenanya harus ada hubungan yang mesra antara Murabbi dengan mutarabbi-nya. Jika hubungan ini sudah tercipta, niscaya halaqah akan menjadi momen yang dinanti-nanti.
Keempat, melemahnya militansi.
Bisa jadi, masa-masa awal mengikuti halaqah adalah momen-momen yang tak terlupakan. Berkobar-kobarnya semangat dan keinginan meninggikan agama Allah. Setelah itu akan dirasakan kestabilan dan keadaan yang biasa-biasa saja. Kesibukan dunia, rutinitas kerja, tuntutan-tuntutan di luar dakwah dan kompleksitas dari ketiga faktor di atas akan melemahkan militansi. Pada kondisi seperti ini, halaqah bisa berubah menjadi sekedar rutinitas yang menjemukan. Hanya akan menjadi majelis ‘setor muka’. Jika ini yang terjadi, maka wajarlah jika kelak lambat laun halaqah tak akan lagi dirindui. Oleh karenanya, bangkitlah! Semangat itu tak dicari, tapi ditumbuhkan. Kemudian dipupuk dan dijaga dari hama dan virus yang akan melemahkannya. Militansi tak kenal musim. Ia harus dijaga senantiasa hidup dan menjadi api perjuangan.
Wahai Saudaraku, mari tumbuhkan kerinduan akan hari itu. Hari pertemuan kita dengan saudara yang diikat karena Allah. Hari yang di dalamnya penuh keberkahan dan doa para malaikat. Satu hari dalam setiap minggu yang kita dedikasikan untuk menghasilkan amal-amal dakwah dalam bingkai harakah Islamiyah…
sumber
Keutamaan Sholat Duha
Sunat Dhuha adalah salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka
adalah kebaikan bagi kita untuk mengetahui sunnah ini.
Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”
[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”
[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]
Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”
[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]
Anjuran Sholat Dhuha
Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib
(fardhu).”
[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]
Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:
Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.
Keutamaan Sholat Dhuha
ari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.
[HR. Turmuzi, hadis hasan]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”
Waktu Sholat Dhuha
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang], maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.
[HR. Muslim]
Penjelasan:
Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.
Waktu-waktu Haram
Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam.”
[HR. Bukhari]
Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam”.
[HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam.
[HR. Bukhari]
Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”.
[HR. Bukhari]
Dari Uqbah bin Amir: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.”
[HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat.
[HR. Abu Dawud]
Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun. Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.”
[HR. Nasa’i]
Waktu-waktu itu adalah waktu yang haram untuk shalat. Artinya apabila kita melakukan shalat sunat pada waktu haram, maka bukan pahala yang kita dapatkan, melainkan dosa.
Waktu-waktu haram yang mengapit shalat Dhuha:
Waktu haram #1 = sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar, atau kurang lebih sejak jam 06:00 AM hingga 07:45 AM
Waktu haram #2 = ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari, atau kurang lebih jam 11:30 AM hingga 12:00 PM
Jumlah Raka'at Sholat Dhuha
4 RAKAAT
Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menunaikan shalat Dhuha?”
Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”
[HR. Muslim dan Ibnu Majah]
12 RAKAAT
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
8 RAKAAT
Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”.
Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”. Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”. Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
[HR. Muslim]
Tata Cara Sholat Dhuha
Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.
Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.
Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA - WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL
QUWWATA QUWWATUKA – WAL QUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA
MU’ASSARAN FA YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU,
BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.
AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.
Artinya:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU - dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah – Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sukar maka mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
Wallahu a’lam. Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui
adalah kebaikan bagi kita untuk mengetahui sunnah ini.
Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”
[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”
[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]
Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”
[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]
Anjuran Sholat Dhuha
Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib
(fardhu).”
[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]
Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:
Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.
Keutamaan Sholat Dhuha
ari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.
[HR. Turmuzi, hadis hasan]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”
Waktu Sholat Dhuha
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang], maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.
[HR. Muslim]
Penjelasan:
Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.
Waktu-waktu Haram
Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam.”
[HR. Bukhari]
Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam”.
[HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam.
[HR. Bukhari]
Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”.
[HR. Bukhari]
Dari Uqbah bin Amir: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.”
[HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat.
[HR. Abu Dawud]
Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun. Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.”
[HR. Nasa’i]
Waktu-waktu itu adalah waktu yang haram untuk shalat. Artinya apabila kita melakukan shalat sunat pada waktu haram, maka bukan pahala yang kita dapatkan, melainkan dosa.
Waktu-waktu haram yang mengapit shalat Dhuha:
Waktu haram #1 = sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar, atau kurang lebih sejak jam 06:00 AM hingga 07:45 AM
Waktu haram #2 = ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari, atau kurang lebih jam 11:30 AM hingga 12:00 PM
Jumlah Raka'at Sholat Dhuha
4 RAKAAT
Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menunaikan shalat Dhuha?”
Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”
[HR. Muslim dan Ibnu Majah]
12 RAKAAT
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
8 RAKAAT
Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”.
Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”. Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”. Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
[HR. Muslim]
Tata Cara Sholat Dhuha
Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.
Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.
Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA - WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL
QUWWATA QUWWATUKA – WAL QUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA
MU’ASSARAN FA YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU,
BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.
AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.
Artinya:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU - dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah – Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sukar maka mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
Wallahu a’lam. Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui
Kamis, 08 September 2011
cerita cinta dari pak tua
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar pukul 9:30 tampak pria tua datang dengan tergesa-gesa. Usianya sekitar 70-an tahun. Beliau datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Sementara saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya satu jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu tampak gelisah, sebentar-sebentar melirik jam tangannya. Saya merasa kasihan. Jadi ketika ada waktu luang, saya berusaha menyempatkan diri untuk memeriksa lukanya. Tampaknya luka itu sudah cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.
“Apakah Bapak punya janji lain hingga tampak terburu-buru?” Tanya saya sambil menangani lukanya.
“Oh, tidak,” Lelaki tua itu menjawab seadanya.
Rupanya siang itu bapak tua hendak ke panti jompo menemui istrinya untuk makan siang bersama. Dan kebiasaan itu dilakukannya sehari-hari, sejak istrinya dalam perawatan karena penyakit Alzheimer yang dideritanya. Seperti itulah yang diceritakan kepada saya.
“Apakah istri Bapak akan marah kalau Bapak datang terlambat?” Tanya saya lagi mau tahu.
“Bagaimana mau marah, karena sejak 5 tahun terakhir, dia sudah tidak mengenal saya lagi.” Jawab Pak Tua dengan nada lirih.
“Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?” Saya sangat terkejut dengan jawaban itu.
“Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, bukan?” Bapak itu tersenyum sambil tangannya menepuk bahu saya.
Saya terus menahan air mata, sampai akhirnya bendungan air mata itu tumpah juga saat kakek itu pergi. Seluruh bulu roma sekujur tubuh terasa merinding. Sungguh pelajaran cinta yang sangat berharga.
Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidup ini. Bukan verbalitas cinta yang formalistik bahkan cenderung mengumbarnya di wilayah publik. Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi,yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: “Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki”.
sumber : klik disini
trik melakukan 7 sunnah harian Nabi
Disini penulis akan memberi trik cara ngamalin 7 sunah harian nabi, sekalian ana urutkan mulai malam hari sampai siang hari
1) Tahajud
Nyalakan jam weker / hp taruh di dalam almari samping tempat tidurmu. Kuncilah almari dari luar, lalu taruh kunci almari tadi di luar kamarmu. Ana jamin antum ‘terpaksa’ harus merengek jalan ke luar kamar pada malam hari, tapi awas jangan tidur kembali! Langsung basuh muka jelek antum dengan air dan berwudhulah.
2) Baca Quran
Bacalah Quran 1 atau 2 lembar habis sholat tahajud / sebelum sholat subuh /
setelah sholat magrib. Jangan lupa baca terjemahnya 1 atau 2 ayat jangan
banyak-banyak, biar gak bosen.
3) Sedekah
Sediakan kotak khusus di kamar kos / rumah antum, isilah kotak tersebut
sebelum berangkat sholat subuh di mesjid minimal 1000 (jangan 500,
diketawain malaikat). Pokoknya hari itu antum harus sedekah, jangan lewatkan hari tanpa sedekah. Setelah 1 bulan tafadhol mau disedekahkan ke mana.
Terus barangkali antum bepergian ke luar kota trus mampir di mesjid untuk
sholat ato cuma kencing:-) , jangan lupa masukkan infak ke kotak amal.
Biar menyebar kebaikan antum.
4) Sholat berjamaah di mesjid (terutama sholat subuh)
Usahakan datanglah 5 ato 10 menit sebelum adzan berkumandang. Duduk manislah menunggu adzan. Berlombalah untuk datang lebih awal, kadang
muadzin mendahuluimu tapi lebih seringlah kau yang mendahuluinya
5) Sholat dhuha
Biasakan sebelum berangkat sekolah / kuliah / ngantor / ke sawah / berangkat kerja untuk sholat dhuha. Halah apa sih beratnya sholat dhuha, la wong cuma 2 rakaat saja gak nyampe 3 menit. Antum aja yang males ngerjainnya.
6) Menjaga wudhu
Usahakan antum dalam keadaan suci di manapun, dalam kondisi apapun.
Ketika kuliah tiba-tiba (maaf: buang angin), minta izinlah ke dosen untuk ke
kamar kecil, berwudhulah. Ketika dalam perjalanan trus mampir ke mesjid
untuk kencing, jangan lupa berwudhulah sebelum melanjutkan perjalanan. Ketika tiduran di malam hari kok merasa ada sesuatu yang keluar dari lubang belakang, cepatlah ke kamar mandi, bersucilah.
Agak berat memang menjaga wudhu, tapi asal antum mau pasti bisa kok.
7) Istighfar setiap saat / nafas / detik
Ini pep, la ini pep (tukul 4 mata) yang paling sulit. Sangat sulit kalau gak ada niat yang kuat. Ya paling tidak cukup nyebut kata ‘Alloh’ (sebagaimana sahabat bilal menyebut kata ‘Alloh’ ketika disiksa majikannya) dalam hati antum. Yah paling tidak ketika kita menghadapi sakaratul maut, ketika mulut tidak bisa bicara, lidah tidak bisa bergerak, namun hati ini tetap bisa berdzikir. Bukan perkara yang mudah mengucapkan 2 kalimat sahadat ketika sakaratul maut, harus ada iman dan kebiasaan amal sholeh semasa hidupnya.
Silahkan diamalin 7 sunah nabi di atas sesuai kemampuan antum. Bisa 1
silahkan, bisanya cuma sedekah tok monggo, bisa 2 lebih baik, bisa 3 lebih baik lagi syukur-syukur semuanya di ’sikat’. (Ibaratnya seperti:red) Mari kita nonton film ‘ tali sumpah pocong perawan’ versi akhirat di bioskop surga. Yang cuma bisa ngamalin 1 sunah tempat duduknya paling belakang. Yang gak ngamalin terpaksa gak boleh masuk bioskop.
Tapi ingat bang, kita semua gak bisa masuk surga kecuali karena kasih sayang
Alloh. Jadi jangan sekali-kali nganggep kita masuk surga karena amal kita. Cuma kasih sayang Alloh gak bisa didapetin dengan pacaran / sms an akhwat non muhrim
Demi kebaikan, silahkan di forward coret-coretan ana ini ke teman / saudara /‘calon’ / siapa saja sumonggo. Maafin penulis. I miss u coz Alloh.
“Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia
menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan
menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia
adalah hina”
(Abu Sulaiman Ad Daroni)
sumber : klik disini
sumber : klik disini
Label:
suplemen ruhiyah,
Tarbiyah,
Tsaqafah Islamiyah
Siapakah Penemu Benua Amerika?
Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu
membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.
''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun."
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Sang penjelajah ulung
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.
sumber : klik disini
Minggu, 04 September 2011
Thariq bin ziyad penakluk Spanyol
Thariq
bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin
Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku
Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar
tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu
bela diri.Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama -Asia, Afrika, dan Eropa-pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.
Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.
Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.
Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara. Di sini di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda -yang dinodai Roderick-ikut mengungsi.
Melihat kezaliman itu, Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.
Kamis, 4 Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25 Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.
Di petang harinya, pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak. Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.
Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 70.000 pasukannya menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar -diambil dari bahasa Arab “Jabal Thariq”, Bukit Thariq. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.
Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain.
Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!”
Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar.
Lalu Thariq melanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.
Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.
Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulan untuk menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidka bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.
Kita harus bahu membahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangat sebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmati kesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yang agung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya.
Percayalah, sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertama yang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri Raja Roderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika ada kesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab dengan membunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin, para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawah bendera Islam.”
Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Musa bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq hanya dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang.
Ahad, 28 Ramadhan 92 H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di muara Sungai Barbate. Pasukan muslimin yang kalah banyak terdesak. Julian dan beberapa orang anak buahnya menyusup ke kubu Roderick. Ia menyebarkan kabar bahwa pasukan muslimin datang bukan untuk menjajah, tetapi hanya untuk menghentikan kezaliman Roderick. Jika Roderick terbunuh, peperangan akan dihentikan.
Usaha Julian berhasil. Sebagian pasukan Roderick menarik diri dan meninggalkan medan pertempuran. Akibatnya barisan tentara Roderick kacau. Thariq memanfatkan situasi itu dan berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri. Mayat Roderick tengelam lalu hanyat dibawa arus Sungai Barbate.
Terbunuhnya Roderick mematahkan semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dengan mudah dikuasai. Keberhasilan ini disambut gembira Musa bin Nusair. Baginya ini adalah awal yang baik bagi penaklukan seluruh Spanyol dan negara-negara Eropa.
Setahun kemudian, Rabu, 16 Ramadhan 93 H, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Dalam perjalanan ia berhasil menaklukkan Merida, Sionia, dan Sevilla. Sementara pasukan Thariq memabagi pasukannya untuk menaklukkan Cordova, Granada, dan Malaga. Ia sendiri membawa sebagian pasukannya menaklukkan Toledo, ibukota Spantol saat itu. Semua ditaklukkan tanpa perlawanan.
Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).
Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.
Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.
sumber : di sini
Kisah Istri Sholehah
Kisah ini nyata…..,
Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.
Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…
Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.
Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.
Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..
Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.
Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.
Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.
oOo
Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…
Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.
oOo
“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…
Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.
Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.
“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”
“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.
Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.
“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”
“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.
Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”
“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.
“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”
“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”
”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.
oOo
Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.
“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.
Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.
Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.
“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”
Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…
Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.
“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”
Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits
“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah). oOo
“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.
Label:
Kisah nyata,
suplemen ruhiyah,
Tarbiyah
Cinta Rasulullah SAW kepada Umatnya
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan
salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah kepada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum — peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii…” – “Umatku, umatku, umatku…”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik alaihi wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita…
Cukupkah hanya dengan shalawat kepada beliau, kita sudah dipastikan mencintai beliau? Cukupkah dengan bershalawat saja, lalu kita tidak perlu lagi memperhatikan dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau?
Cukupkah dengan shalawat saja, lalu kita tak perlu lagi mengikuti jejak panjang perjalanan dakwah beliau? Bahkan ketika hidayah yang diperjuangkannya sudah sampai kepada kita?
Cukupkah dengan bershalawat saja, lalu kita tidak perlu lagi untuk tekun mendalami ajaran-ajaran beliau? Bahkan taklim-taklim gratis di masjid-masjid cukup diwakili oleh beberapa orang saja? Dan kita mengaku sangat mencintai beliau? Pantaskah?
Benar, bershalawat adalah salah satu cara mencintai Rasulullah tapi itu bukan segala-galanya. Shalawat hanyalah bagian dari sekian bukti cinta kita kepada beliau.
Kenapa demikian? Pantaskah Rasululah saw yang begitu agung dan menjelang detik-detik ajalnya sempat menyebut ummatnya, hanya diberi hadiah shalawat? Tentu tidak….
Keagungan beliau tidak cukup dicintai hanya dengan shalawat, tapi juga dengan shalawat dan berbagai bentuk perilaku yang menjadi bukti nyata rasa cinta tersebut.
Semoga kita bisa bersama beliau di surga kelak karena beliau sendiri yang menjamin bahwa “seseorang (di akhirat) akan bersama orang yang dicintainya”. Amin.
sumber : disini
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah kepada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum — peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii…” – “Umatku, umatku, umatku…”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik alaihi wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita…
Cukupkah hanya dengan shalawat kepada beliau, kita sudah dipastikan mencintai beliau? Cukupkah dengan bershalawat saja, lalu kita tidak perlu lagi memperhatikan dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau?
Cukupkah dengan shalawat saja, lalu kita tak perlu lagi mengikuti jejak panjang perjalanan dakwah beliau? Bahkan ketika hidayah yang diperjuangkannya sudah sampai kepada kita?
Cukupkah dengan bershalawat saja, lalu kita tidak perlu lagi untuk tekun mendalami ajaran-ajaran beliau? Bahkan taklim-taklim gratis di masjid-masjid cukup diwakili oleh beberapa orang saja? Dan kita mengaku sangat mencintai beliau? Pantaskah?
Benar, bershalawat adalah salah satu cara mencintai Rasulullah tapi itu bukan segala-galanya. Shalawat hanyalah bagian dari sekian bukti cinta kita kepada beliau.
Kenapa demikian? Pantaskah Rasululah saw yang begitu agung dan menjelang detik-detik ajalnya sempat menyebut ummatnya, hanya diberi hadiah shalawat? Tentu tidak….
Keagungan beliau tidak cukup dicintai hanya dengan shalawat, tapi juga dengan shalawat dan berbagai bentuk perilaku yang menjadi bukti nyata rasa cinta tersebut.
Semoga kita bisa bersama beliau di surga kelak karena beliau sendiri yang menjamin bahwa “seseorang (di akhirat) akan bersama orang yang dicintainya”. Amin.
sumber : disini
Calon Penghuni Surga
Suatu
hari Nabi sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba
Nabi berseru, “Akan datang penghuni surga.” Serentak para sahabat
memandang ke arah pintu. Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi
salam pada majelis Nabi lalu shalat.
Keesokan harinya lagi, pada situasi yang sama, Rasul berseru, “Akan
datang penghuni surga.” Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang
kemarin juga digelari Rasul penghuni surga.
Selepas bubarnya majelis Nabi, seorang sahabat mengejar “penghuni surga” tersebut. Ia berkata, “Maafkan saya, wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku. Bolehkah aku barang satu-dua hari menginap di rumahmu?”
“Penghuni surga” ini lalu berkata, “Baiklah…” Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu. Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada “penghuni surga”. “Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohong padamu.
Aku tak bertengkar dengan keluargaku. Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar Rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan, amalanmu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti…..”
“Penghuni surga” itu menjawab, “Maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku “penghuni surga”.
Sahabat itu lalu pergi meninggalkan “penghuni surga”. Tiba-tiba “penghuni surga” itu memanggil sahabat tersebut. “Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim. Mungkin ini……”
Sahabat tersebut langsung berseru, “Ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan.”
Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si tukang sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, “Rasakan! Itulah tumbal akibat main tuyul!”
Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga tukang sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai “lebih” di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih “hijau” dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita.
Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya, dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut “simpanan seorang bos”.
Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan.
Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan. Untuk menyebarkan fitnah ini kita bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut.
Inikah yang sedang meratulela di negeri ini? Begitu mudah ukhuwah terkoyak. Begitu mudah permusuhan terjadi. Begitu mudah perseteruan dan permusuhan terjadi. Pembunuhan jadi tradisi? Begitulah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain!
Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu, marilah kita minta perlindungan kepada Sang Penguasa hati: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS 59:10)
sumber :' http://ikadijatim.org/?p=1238
Keesokan harinya lagi, pada situasi yang sama, Rasul berseru, “Akan
datang penghuni surga.” Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang
kemarin juga digelari Rasul penghuni surga.Selepas bubarnya majelis Nabi, seorang sahabat mengejar “penghuni surga” tersebut. Ia berkata, “Maafkan saya, wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku. Bolehkah aku barang satu-dua hari menginap di rumahmu?”
“Penghuni surga” ini lalu berkata, “Baiklah…” Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu. Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada “penghuni surga”. “Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohong padamu.
Aku tak bertengkar dengan keluargaku. Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar Rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan, amalanmu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti…..”
“Penghuni surga” itu menjawab, “Maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku “penghuni surga”.
Sahabat itu lalu pergi meninggalkan “penghuni surga”. Tiba-tiba “penghuni surga” itu memanggil sahabat tersebut. “Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim. Mungkin ini……”
Sahabat tersebut langsung berseru, “Ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan.”
Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si tukang sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, “Rasakan! Itulah tumbal akibat main tuyul!”
Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga tukang sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai “lebih” di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih “hijau” dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita.
Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya, dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut “simpanan seorang bos”.
Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan.
Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan. Untuk menyebarkan fitnah ini kita bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut.
Inikah yang sedang meratulela di negeri ini? Begitu mudah ukhuwah terkoyak. Begitu mudah permusuhan terjadi. Begitu mudah perseteruan dan permusuhan terjadi. Pembunuhan jadi tradisi? Begitulah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain!
Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu, marilah kita minta perlindungan kepada Sang Penguasa hati: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS 59:10)
sumber :' http://ikadijatim.org/?p=1238
Label:
suplemen ruhiyah,
Tarbiyah,
Tsaqafah Islamiyah
Utang Indonesia tak ada habisnya!
Total utang tersebut adalah jumlah utang luar negeri Indonesia ke
negara-negara maju. Namun meskipun pemerintahan SBY terus
menggembor-gemborkan tentang pembayaran utang, nyatanya dalam empat
dekade, utang Indonesia bukannya menurun, tetapi malah meningkat.Tercatat, hingga akhir semester 1 tahun lalu, dari jumlah sekitar Rp 794 miliar pada tahun 1969, membengkak menjadi Rp 1.723 triliun atau equivalen 200,5 miliar dollar AS atau 26,1 persen terhadap PDB.
Hal tersebut berdasarkan laporan tertulis pengelolaan utang pemerintah, yang dikeluarkan Kementerian Keuangan Juli lalu.
Peningkatan utang yang sangat tajam terjadi pada akhir periode Orde Baru (Orba). Waktu itu, total utang dari Rp 552,5 triliun atau 57 persen terhadap PDB pada akhir 1998 meningkat menjadi Rp 939,5 triliun atau 85 persen terhadap PDB pada akhir 1999.
“Peningkatan utang tersebut merupakan imbas dari krisis moneter yang terjadi dan pelemahan nilai tukar yang sangat tajam pada periode itu. Utang yang dilakukan selama pemerintahan Orde Baru hampir seluruhnya merupakan utang luar negeri,” tulis laporan tersebut.
BLBI dalam laporan kepada Menteri Keuangan Agus Martowardoyo itu, menyebutkan utang tersebut berasal dari kreditor multilateral seperti World Bank (Bank Dunia), Asian Development Bank (ADB), dan Islammic Development Bank (IDB), maupun kreditor bilateral seperti Jepang, Amerika dan Jerman. Utang itu termasuk juga Kredit Ekspor (KE) bagi komersial.
“Pada akhir periode Orde Baru, pemerintah mulai menerbitkan surat utang untuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp100 triliun. Namun, krisis moneter yang melanda Indonesia akhir tahun 1990an mengakibatkan utang pemerintah bertambah lagi,” lanjut laporan itu.
Celakanya, dalam pemerintahan Soeharto justru harus menerbitkan surat utang lagi untuk menyelamatkan sistem perbankan. Jumlahnya tercatat sekitar Rp 650 triliun selama kurun waktu 1998-2001.
“Ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pada penghujung pemerintahan Orba, mengakibatkan terjadinya peningkatan nilai utang luar negeri Pemerintah,” demikian laporan itu.
Bahkan hingga kini utang Indonesia pun belum benar-benar terlunasi. Belum lagi ditambah riba nya yang terus beranak setiap tahunnya. Hal tersebut toh tak membuat para pemeganga kekuasaan ‘bertekad’ membebaskan Indonesia dari hutang. Hal tersebut tampak dari ‘gaya hidup pemerintahan’ para pejabatnya.
Rapat di hotel (padahal rapat bisa juga dilakukan di gedung pemerintahan), melancong ke luar negeri tanpa hasil yang signifikan, dan rencana membangun gedung dengan anggaran tak sedikit. Maka tak heran jika hingga kini bangsa Indonesia terus diwarisi utang.
sumber : di sini
Langganan:
Komentar (Atom)





