2011
lalu, ketika Piore vogel sang mantan kristiani dan sosok anti islam,
berdiri di atas mimbar dan memberikan presentasi Diinul islam di hadapan
rakyat jerman yang kebanyakan menganut kristiani juga komunis,
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Desember 2015
SOSOK MUALLAF “PIORE VOGEL” YANG MENDAPATKAN JULUKAN SANG BRILIAN
2011
lalu, ketika Piore vogel sang mantan kristiani dan sosok anti islam,
berdiri di atas mimbar dan memberikan presentasi Diinul islam di hadapan
rakyat jerman yang kebanyakan menganut kristiani juga komunis, Senin, 21 Desember 2015
Ini Dia Para Pesohor yang Memutuskan Menjadi Mualaf
London. Tiga puluh tahun lalu, publik Barat hanya mencatat
beberapa nama yang memutuskan menjadi Muslim. Di antara sedikit nama
itu, ada juara tinju dunia, Muhammad Ali, atau legenda basket, Karim
Abduljabbar.
Beberapa tahun kemudian, beberapa nama disebut-sebut menjadi mualaf, antara lain Michael Jackson, Ice Cube, dan Snoop Dogg.
Semua berkulit hitam? Tidak juga. Saat ini,
banyak kulit putih yang juga menjadi mualaf. Sebut Cat Steven, yang
memutuskan menjadi Muslim pada tahun 1977 dan mengubah namanya menjadi
Yusuf Islam.
20 tahun Mencari Kebenaran, AKhirnya Pria Yahudi Ini Menemukannya Di Agama Islam
Label:
Dunia Islam,
motivasi,
Tsaqafah Islamiyah
Luar Biasa Manfaat Membaca Al-Quran Setelah Maghrib dan Subuh
Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh
Itu Manfaatnya Luar Biasa, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca
Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat meningkatkan
kecerdasan otak sampai 80 %. Hal ini karena disana ada pergantian dari
siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Label:
cerita penggugah jiwa,
Dunia Islam,
Pengetahuan,
suplemen ruhiyah,
Tarbiyah,
Tsaqafah Islamiyah
Gubernur Hebat !!! Punya 10 Anak Semua Hafidz Qur'an Gubernur Hebat !!! Punya 10 Anak Semua Hafidz Qur'an
Sering kita dengar orang bijaksana berungkap, “Di balik suksesnya seorang lelaki, ada wanita hebat dibelakangnya.” Jika ada lelaki yang menjadi pemimpin besar, motivator hebat, tokoh ternama dan pengusaha sukses, maka pasti ada peran besar di belakangnya, maka beruntung sekali Bapak Irwan Prayitno yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat periode 2010-2015 (dan kini maju lagi dalam pilgub 2015) ini memiliki seorang istri yang tangguh. Ini terbukti, istrinya mampu mendorongnya untuk sukses di bidang yang digelutinya.
Label:
Dunia Islam,
Kisah nyata,
Mawas Diri,
motivasi
Minggu, 20 Desember 2015
Lima Alasan Mualaf Tertarik pada Islam
Populasi Muslim di seluruh dunia meningkat
pesat. Di Eropa, sejumlah lembaga survei mencatat ada kenaikan meski
tidak lantas membuat populasi Muslim menjadi mayoritas.
Pertanyaan menarik yang muncul, apa yang
menyebabkan masyarakat dunia mulai tertarik memeluk Islam. Pertanyaan
ini yang kemudian menjadi bahan survei yang dilakukan Shannon Abulnasr,
dalam makesurvey.net
Hillary Akui ISIS Rekayasa AS untuk Pecah Belah Timur Tengah
Terkait fenomena munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Suriah
(ISIS), sebuah pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Menlu AS
Hillary Clinton. Dalam buku terbarunya, Hard Choice, Hillary mengakui
bahwa gerakan tersebut dibentuk oleh AS bersama sekutunya untuk membuat
Timur Tengah senantiasa bergolak. Demikian dilansir harian Mesir,
Elmihwar, Rabu (6/8).
Label:
Dunia Islam,
Duniaku,
Tsaqafah Islamiyah
Badai Matahari Super Ancam Bumi, Tinggal Tunggu Waktu
Badai matahari super ini akan mendatangkan malapetaka di muka bumi. Ilmuwan menyebut peristiwa seperti itu tidak bisa dihindarkan lagi.
Seorang ilmuwan
memperingatkan terjadinya badai matahari super yang dapat mengancam
kehidupan di muka bumi. Badai tersebut disebabkan oleh letusan luar
biasa di permukaan matahari yang dampaknya bisa sampai ke bumi.
Label:
Dunia Islam,
Duniaku,
Pengetahuan,
Tsaqafah Islamiyah
Ditugaskan Mempelajari Al-Qur’an, Pastur Lulusan Vatikan Ini Justru Memutuskan Memeluk Islam
Mantan Pastur bernama Romo Christian mengisahkan latar belakang
mengapa dirinya akhirnya memeluk Agama Islam. Pada awalnya Sang Pastur
diberi tugas untuk mempelajari Al-Qur’an untuk mencari kelemahan
Al-Qur’an, sehingga akan mudah untuk melakukan pemurtadan kepada Umat
Islam.
Kamis, 17 Desember 2015
Chicago’s non-Muslim school girls wear hijab to promote acceptance of Islamic beliefs
Chicago: Vernon Hills High School is objecting to Islamophobia and racism with an initiative called “Walk a Mile in Her Hijab.”
Over a dozen non-Muslim girls agreed to wear a traditional Islamic
head scarf to better understand the Muslim faith and life as a Muslim
woman.
School senior Yasmeen Abdallah, the president of the MSA, who
coordinated the event said, “This event is to hopefully denounce
negative stereotypes.”
Rabu, 02 Desember 2015
Inilah 18 Komunitas Whatsapp yang Layak Diikuti Setiap Muslim
Selain digunakan sebagai sarana komunikasi, aplikasi Whatsapp juga
banyak dimanfaatkan sebagai sarana untuk membentuk komunitas. Seperti
misalnya Komunitas ODOJ yang menjadikan Whatsapp sebagai sarana untuk
mengingatkan Tilawah Al-Qur’an Satu Juz dalam sehari bagi anggotanya.
Untuk bergabung dalam komunitas ini juga sangat mudah, para calon anggota hanya menghubungi melalui whatsapp nomor kontak yang sudah disediakan dengan format : Join_Komunitas_Nama_No WA_Daerah_Jenis Kelamin.
Untuk bergabung dalam komunitas ini juga sangat mudah, para calon anggota hanya menghubungi melalui whatsapp nomor kontak yang sudah disediakan dengan format : Join_Komunitas_Nama_No WA_Daerah_Jenis Kelamin.
Label:
Agendaku,
Akhlak,
amanah,
Dunia Islam,
motivasi
Kamis, 26 November 2015
Awas, Ada “Penampakan” pada FilmProduksi Syi’ah “Ada Syurga Di Rumahmu”.!!
Oleh Nashihul Umam
Sahabat, masih ingatkah anda dengan Film “Ada Syurga Di Rumahmu” ?? (lihat https://www.nahimunkar.com/waspadalah-syiah-garap-film-bertajuk-islami/ ).
Film “Ada Syurga Di Rumahmu” yang
menitik beratkan pada suatu moral, yaitu berbakti kepada orang tua
banyak menjadi pembicaraan karena sebuah Broadcast (BC) di Whatsapp
belakangan ini.
Dalam BC tersebut menyeru kewaspadaan
agar berhati-hati dengan film produksi Syi’ah yang dimaksud. Karena
Mizan Production miliknya orang Syi’ah.
Sementara sebagian fihak dengan lugunya menyangkal, “Dari sisi mana ada ajaran Syi’ahnya?”
Masih ingatkah anda dengan Film
“Children Of Heaven” yang mengisahkan tentang seorang anak bernama Ali
yang berbakti kepada orang tuanya yang sakit dan juga
Label:
Dunia Islam,
motivasi,
Tsaqafah Islamiyah
Kamis, 19 September 2013
ISRAEL SANGAT TAKUT DENGAN PENGHAFAL AL-QUR'AN
Perlu diketahui bahwa dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang
Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Berbagai alasan
disampaikan oleh Israel mengenai korban tersebut, inilah, itulah bahkan
sebagian besar alasannya sangat tidak masuk akal sama sekali dan
terkesan mengada-ada. Lebih parahnya lagi Negara-negara dunia seakan
tidak mampu menghentikan ini semua, termasuk negara-negara arab sendiri.Banyak dari kita yang mempertanyakan kenapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Ada yang bilang memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, ada juga yang bilang Israel takut akan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal juga.
Berikut ini akan dijelaskan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS tentunya.
Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang telah hafal Al-Qur’an. Dan ternyata anak-anak yang sudah hafal 30 juz Al-Quran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.
“Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” Demikian pemikiran yang berkembang di dalam pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Al-Quran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tidak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para penghafal Al-Quran yang masih begitu belia. Dan pada saat itu, karena ketakutan Zionis Yahudi, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Itulah sebagian alasan mengapa HAMAS memberlakukan syarat-syarat yang amat berat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Al-Qur’an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.
Teringat sejarah emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Dan rahasia besar yang perlu dicatat dalam masa itu adalah umat Islam tidak pernah jauh dengan Al-Quran, tidak pernah melepaskan hadits Rasulullah saw menjadi pedoman. Seperti dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. pernah bersabda.
“Telah kutinggalkan untuk kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya” (HR. Malik).
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk membina generasi penerus bangsa?
Belajarlah dari Palestina, walaupun mereka dikurung oleh penjajahan Zionis, nyawa mereka terancam setiap saat, setiap menit bahkan setiap detik, tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk dekat dengan Sang Khalik dan mendalami lebih dalam dan lebih jauh tentang Agama Islam.
Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi paling tinggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun
sumber : http://muslimina.blogspot.com
Selasa, 13 Maret 2012
Misteri Injil Kuno Pengungkap Kerasulan Muhammad SAW
Perhatian dunia tertuju ke Turki. Beberapa hari ini, publik dihebohkan dengan terungkapnya sebuah misteri yang terkandung dalam Injil berusia 1500 tahun yang tersimpan di Turki.
Yang membuat heboh, Injil kuno itu mengungkap sebuah fakta yang mengguncang keimanan, terutama bagi umat Kristiani. Betapa tidak. Injil Barnabas itu mengajarkan ajaran yang berbeda dibanding doktrin Kristen dunia.
Ya,
Injil Barnabas itu meyakini Yesus (Isa) sebagai utusan, bukan Tuhan.
Menurut Huffingtonpost, Injil Barnabas pun meyakini adanya utusan (nabi)
penerus risalah Isa, yang berasal keturunan Nabi Ismail, yakni Nabi
Muhammad SAW.Barnabas dipercayai sebagai salah seorang murid Isa di Yerussalem. Barnabas yang bernama asli Yusuf, bersama para murid lainnya menyebarkan ajaran Isa. Barnabas adalah seorang Yahudi suku Lewi yang berasal dari Siprus. Dalam Wikipedia, Hajj Sayed berpendapat. terdapat pertikaian antara Paulus dan Barnabas dalam surat Galatia ketika keduanya menjalani misi dakwah menuju Syprus (45-49 M).
Ini yang mendukung perbedaan injil Barnabas dengan ajaran Paulus. Injil Barnabas ini berbeda dengan Kodeks Sinaiticus, karena menggunakan bahasa Aramik bukan Yunani kuno. Bahasa Aramik diyakini sebagai bahasa yang digunakan Nabi Isa atau Yesus. Berbeda dengan berbagai Injil lainnya, kitab Barnabas diyakini ditulis Barnabas selama berada di Siprus, setelah berpisah dari Paulus.
Di Siprus inilah pengikut Barnabas berkembang hingga lebih dari seribu tahun. Bila ditelusuri ada benang merah pengungkapan Injil Barnabas di Turki dengan tempat ajaran Barnabas yang berkembang di Siprus.
Ada sebuah biara di utara Siprus Turki yang disebut sebagai Biara Rasul St Barnabas, yang didirikan oleh pengikut setia sekte Barnabas. Dan di dalam biara inilah diyakini Barnabas dikuburkan hingga ia meninggal dunia. Pengikut sekte Barnabas inilah yang diyakini menulis ulang Injil Barnabas hingga abad ke-5 masehi.
Sekitar 1980-an, biara ini telah dirampok oleh sekelompok orang. Mereka menggali lantai dan dinding biara selama malam hari. Tidak diketahui apa yang mereka incar. Diduga sekelompok orang itu telah mencuri sesuatu terkubur di dalam dinding.
Seorang wartawan Siprus mengklaim telah menemukan salinan Alkitab yang sangat kontroversial dari St Barnabas. Ia kemudian mencoba menyelidiki fakta itu. Tak lama kemudian, ia temukan tewas tertembak.
Sekitar 12 tahun lalu, polisi Turki dalam sebuah operasi menemukan sebuah Alkitab tua dari seorang warga siprus yang hijrah ke Turki. Ada beberapa rumor tentang kabar itu. Pihak polisi tak membenarkan dan menolak kabar itu.
Puncaknya, tiga hari lalu, sebuah Alkitab tersebut telah dipublikasikan untuk pertama kalinya setelah 12 tahun disimpan pemerintah Turki. Saat ini Alkitab ini disimpan di museum negara Turki dan telah menjadi perhatian dunia termasuk dari Vatikan. (Heri Ruslan/Amri Amrullah/Ro
sumber : http://www.dakwatuna.com
Sabtu, 13 Agustus 2011
Masa Depan Al-Quds di Mata Zionis
Hingga saat ini Israel belum mengutarakan sikapnya secara rinci terkait perundingan-perundinganya di masa yang akan datang dengan Palestina. Hal ini dikarenakan berbagai sebab yang bisa dipahami. Pada pase ini, pemerintah Zionis sedang memusatkan perhatianya pada masalah Iran yang membahayakan eksistensinya di kawasan. Dengan semangat ini pula, dilakukan berbagai kunjungan kenegaraan, seperti dilakukan perdana menteri Zionis, Benyamin Netanyahu ke Washington, Amerika Serikat, akhir-akhir ini.
Namun, ketika muncul berbagai perundingan ilmiyah bersama Palestina, Israel sepertinya akan menjauhi kesalahan diplomaticnya secara mendasar. Sebagaimana dilakukan pemerintahan sebelumnya terkait penentuan masalah rekonsiliasi dasar terutama yang ada kaitanya dengan Al-Quds.
Di sela dua pertemuan yang tak kunjung selesai antara dua pihak, Hamas dan Fatah yang menyerukan kembali kepada tujuan semula yaitu pendirian Negara Palestina dengan ibu kotanya Al-Quds. Sementara itu, mayoritas pernyataan Zionis secara umum menghendaki bahwa tujuan mereka adalah perdamaian-perdamaian dan keaamanan.
Dengan kata lain, ketika Israel mengusulkan untuk menentukan tujuan murni, bangsa Palestina berbicara tentang tujuan yang jelas nyata dan sangat terbatas. Sebagai aturan untuk menangkal konfrontasi politik yang dimenangkan salah satu pihak yang mengusulkan sikap yang jelas dengan tujuan yang jelas pula. Tidak mengherankan jika perdebatan politik saat ini berbicara tentang pandangan Palestina. Sementara klaim-klaim Zionis telah terpinggirkan ke pojok.
Dengan cara ini, ketidak jelasan antara dua belah pihak, Israel dan Arab terkait klaim-klaim mereka kepada dunia berubah menjadi salah satu faktor utama yang bertanggung jawab atas semua kemunduran yang berkelanjutan atas kedudukan diplomatic Israel.
Hal ini Ini terlepas dari kenyataan bahwa klaim-klaim Israel selama ini terhadap system yang mengakar yang telah memberikan pengakuan kuat, terutama terhadap Al-Quds.
Sebagai contoh, tahun 1967 ketika tentara Israel Al-Quds Timur ada upaya dari pemerintahan Uni Soviet untuk mengklasifikasikan Israel sebagai pihak yang moderat, namun ternyata gagal. Ahli hukum terbaik di dunia mengakui hak Istimewa Israel di Al-Quds. Sebab fakta berbicara, Israel masuk ke wilayah itu melalui sebuah perang defensive.
Penasehat hukum di departemen luar negeri Amerika dan ketua mahkamah internasional Den Haag, Tefan Chavabel, tahun 1970 menulis bahwa hak Israel di wilayah yang bernama Palestina termasuk di dalamnya Al-Quds, telah mengungguli semua hak Yordania dan Mesir atas kota itu. Pendapat serupa diungkapkan seorang ahli hukum Inggris, Eliyahu Aotervacht. Pendapat seperti ini memiliki kedudukan penting dalam hukum internasional, seperti difahami konstitusi Court of Justice di Den Haag.
Disebabkan berbagai kondisi sejarah pada perang Juni, Dewan Keamanan PBB tidak mampu mengusir Israel dari perbatasan perang tahun 1967. Sebagaimana dibuktikan resolusi no. 242. Selain itu, mantan Duta Besar Amerika di PBB, Arthur Goldberg sesekali menyebutkan, bahwa Al-Quds tidak termasuk dalam resolusi no. 242. Oleh karena itu Israel menikmati kondisi ini di Tepi Barat.
Pada tahun 1994, duta besar Amerika untuk PBB Madeleine Albright, dengan lantang menolak bahwa Al-Quds adalah wilayah Palestina terjajah. Sementara perdana menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin mengatakan, tidak ada kontradiksi antara kesiapan untuk terus bernegosiasi dengan Palestina dengan sikapnya yang bersikeras pada hak konstitusional Israel di Al-Quds. Dua tahun setelah pemerintah Israel menanda tangani perjanjian Oslo, Rabin kemudian menganulir pernyataan dan mengatakan di depan parlemem Knesset tentang kebutuhan untuk mempertahankan “Kesatuan Al-Quds”. Sikap ini diambil berdasarkan dukungan tambahan mayoritas dewan perwakilan dan anggota senat parlemen Israel tahun 1995.
sumber : klik disini
Apa Yang dimaksud Masjid Al-Aqsha?
Al-Aqsha Dalam Bahaya
Oleh Syeikh Raid Shalah, Ketua Harakah Islam di wilayah Palestina 48
Al-Aqsha Dalam Bahaya
Saya menemukan ketidakpahaman dan ketidaktahuan pada sebagian (besar) umat Islam tentang apa yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak? berapa luasnya? dan bangunan apa saja yang ada di dalamnya?
Ketidaktahuan Umat tentang hal ini sudah barang tentu merupakan sebuah fenomena yang menyedihkan. Dari banyak perjalanan yang saya lalui, apakah selama menunaikan ibadah Haji, atau keikutsertaan saya dalam konferensi-konferensi Islam, dan interaksi dengan berbagai elemen Umat baik di musim Haji maupun Umrah, saya punya kesimpulan bahwa kaum Muslimin masih memiliki pemahaman yang salah tentang Masjid Al-Aqsha.
Sebagian mereka menyangka bahwa Qubah As-Shakhrah (Dome of The Rock atau masjid berkubah kuning emas) adalah Al-Aqsha. Sebagian lagi mengira, bahwa Mushalla Al-Marwani adalah bangunan tersendiri, bukan merupakan bagian dan tidak ada kaitanya sama sekali dengan Al-Aqsha Al-Mubarak. Sebagian lagi bahkan kebingungan ketika mendengar istilah “Al-Aqsha Al-Mubarak” dan istilah “Al-Aqsha Al-Qadim” (Al-Aqsha kuno). Karenanya saya pikir adalah sesuatu yang urgen dan mendesak untuk mengangkat dan menjelaskan permasalahan ini. Karena tidak bisa dianggap wajar jika seorang muslim atau seorang arab ketika dia tidak mengetahu yang mana Al-Aqsha, karena ketidaktahuan terhadap hakikat Masjid Al-Aqsha yang sesungguhnya adalah awal yang memilukan bagi hilangnya Al-Aqsha Al-Mubarak.
Sebaliknya, mengetahui dan memahami dengan baik (hakikat Masjid Al-Aqsha) merupakan prasyarat mutlak demi terwujudnya kesucian, kemuliaan dan kemerdekaan Al-Aqsha Al-Mubarak, meski orang-orang kafir pasti tidak menyukainya. Karena itu, saya bertanya kepada diri saya pribadi dan kepada Kaum Muslimin, “Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Al-Aqsha Al-Mubarak itu?”
Mujiruddin Al-Hanbali (seorang Alim yang lahir di kota Al-Quds dan merupakan keturunan dari Abdullah bin Umar bin Khathab*) dalam kitabnya An-Anas Al-Jalil (sebuah buku yang secara panjang lebar menerangkan tentang sejarah Baitul Maqdis sejak didirikannya hingga tahun 900 H/1494 M dan merupakan referensi paling lengkap tentang kehidupan ilmiah pada masa Dinasti Ayub dan Raja-raja Mamluk.
**Dia katakan: “ Yang populer di kalangan masyarakat bahwa Al-Aqsha dalam konteks kiblat yaitu keseluruhan bangunan di tengah-tengah Masjid yang di dalamnya terdapat mimbar dan mihrab besar. Padahal sesungguhnya yang dimaksud Al-Aqsha adalah sebutan bagi seluruh komplek Masjid yang dibatasi oleh dinding pembatas. Maka bangunan yang terdapat di dalam masjid dan bangunan-bangunan lainnya, seperti Qubbah As-Shakhrah (Dome of The Rock), ruwaq-ruwaq (mihrab-mihrab masjid) dan bangunan-bangunan baru lainnya adalah bangunan-bangunan baru. Dan yang dimaksud dengan Al-Aqsha adalah komplek yang dibatasi oleh dinding pembatas.” Ad-Dubbagh dalam bukunya Al-Quds mengatakan, “ Al-Haram Al-Qadasi (wilayah haram yang suci) terdiri dari dua bangunan masjid; pertama, Masjid Ash-Shakhrah (atau Qubbah Ash-Shakhrah) dan Masjid Al-Aqsha, serta bangunan-bangunan apa saja yang ada disekitarnya, hingga dinding pembatas sekalipun.”
Dengan dasar ini, jelaslah bagi kita bahwa semua kawasan yang ada di dalam batas dinding Al-Aqsha Al-Mubarak adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Bahkan dindingnya itu sendiri merupakan bagian dari Al-Aqsha. Dalam artian, dinding dan semua pintu gerbang yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha yang diberkahi. Sebagai contoh, Dinding sebelah Barat adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha, begitu pula dengan Tembok Al-Buraq yang merupakan bagian dari Dinding Barat tersebut adalah juga bagian tak terpisahkan dari masjid Al-Aqsha. Dan Ribath Al-Kurd yang juga bagian dari Dinding Barat, merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Demikian pula dengan semua pintu masuk yang ada di Dinding Barat tersebut seperti Pintu Barat (Bab Al-Magharibah), juga semua bangunan yang ada di Dinding Barat seperti madrasah At-Tankaziyah, semuanya bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya, yakin mayoritas Umat Islam belum mengetahui tentang hakikat ini. Dan adalah kewajiban bagi mereka untuk mengetahuinya. Maka bagi yang telah mengetahui hakikat-hakikat ini akan memahami betul bahwa telah terjadi pelanggaran yang nyata terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak hingga saat ini. Seperti, Perombakan dan pengalihfungsian Tembok Al-Buraq yang merupakan bagian dari Al-Aqsha yang sekarang ini terkenal dengan sebutan “Benteng Ratapan” (sebagai bentuk penyesatan makna) adalah salah satu bentuk penistaan yang nyata dan terus-menerus terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Juga penutupan Pintu Barat (yang merupakan bagian dari Al-Aqsha) yang dilakukan Israel hingga saat ini. Serta pengalihfungsian Madrasah At-Tankaziyah (yang merupakan bagian dari Al-Aqsha) menjadi barak militer Israel hingga saat ini. Semua itu merupakan bentuk-bentuk pelanggaran yang nyata dan berkesinambungan terhadap Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya ulangi-ulangi sebagai penegasan, dan siapa saja di antara yang masih tidak paham tentang hal ini, sungguh keterlaluan.
Orang yang mengetahui hakikat Al-Aqsha Al-Mubarak maka secara otomatis akan mengetahui apa bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan secara berkesinambungan dan apa saja penistaan-penistaan nyata yang dilakukan terhadap Al-Aqsha. Dan saya ingin katakan, “Bahwa Benteng Timur dan Benteng Utara serta Selatan yang mengelilingi Al-Aqsha Al-Mubarak dengan semua pintu dan bangunan yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan juga dari Al-Aqsha!! Sungguh tragis petaka yang menimpa Masjid Al-Aqsha hingga detik ini jika dilihat pemahaman yang mengantarkan kita kepada hakikat Al-Aqsha Al-Mubarak ini!! Saya juga ingin menegaskan lagi bahwa semua bangunan yang ada di komplek yang dikelilingi oleh tembok pembatas mirip segi empat ini adalah bagian tak terpisahkan juga dari Al-Aqsha Al-Mubarak!! Maka pelataran berpasir yang ditanami pohon Zaitun dan pepohonan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Tempat aliran air, kubah-kubah, tembok-tembok pembatas, gapura-gapura serta bangunan-bangunan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya ulangi lagi, bahwa yang mengetahui dan memahami hakikat inilah yang akan mengerti nestapa dan kegelisahan yang menyelimuti Al-Aqsha Al-Mubarak!! Salah satu bangunannya yang terletak di dalam dinding pembatas telah dialihfungsikan menjadi Pos Polisi Zionis hingga saat ini, dan ini bentuk penodaan nyata yang berkesinambungan terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Demikian pula dengan pelataran tanah yang terletak di antara dinding Al-Aqsha, sebagian orang Zionis, terutama, “Yisrael Hawkins” berupaya membangun Sinagog di atasnya, dan menyatakan secara terang-terangan tentang hal itu. Dan bahkan secara terang-terangan mengatakannya kepada saya tentang rencana ini. Maka saya katakan kepadanya, “ Kalau itu yang kalian rencanakan, maka, (sebenarnya) kalian sedang berusaha untuk menyulut terjadinya perang dunia ketiga karena wilayah ini adalah bagian dari Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Dan cukup dengan berpikir untuk membangun Sinagog di atasnya kalian telah melakukan penodaan yang nyata terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak!! Termasuk apa yang dilakukan Pemerintah Zionis dengan menutup pintu-pintu yang menjadi akses masuk ke pelataran ini dan bangunan-bangunan yang ada di dalamnya hingga saat ini adalah bentuk pelanggaran nyata terhadap Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak.
Kemudian ingin saya katakan lagi, seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa As-Shakhrah Al-Musyarafah (Batu yang dimuliakan) adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Serta Masjid yang dibangun di tengah-tengah komplek Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak dari arah Kiblat (yang oleh Umat Islam sering dipahami sebagai masjid Masjid Al-Aqsha (yang sesungguhnya), padahal bukan itu yang dimaksud Masjid Al-Aqsha (yang sesungguhnya), beserta bangunan-bangunan yang terdapat di bawah masjid ini yang kita sebut dengan istilah “ Al-Aqsha Al-Qadim” (Al-Aqsha Kuno) semuanya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Begitu pula dengan Mushalla Al-Marwani yang terletak di sebelah tenggara Al-Aqsha adalah juga bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Berdasarkan pemahaman ini, maka rencana jahat apapun untuk mengambil atau mengubah Al-Aqsha Al-Qadim dan Mushalla Al-Marwani adalah bentuk konspirasi keji terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Dan kita bertahun-tahun tertipu, lalu dengan enteng berseloroh, “Demi terciptanya kedamaian, mengapa tidak kita serahkan saja Mushalla Al-Marwani atau Al-Aqsha Al-Qadim kepada orang-orang Yahudi?!”
Saya katakan: Bangkitlah wahai Kaum Muslimin dan bangsa Arab! Pemikiran seperti ini adalah bentuk pelanggaran keji terhadap Al-Aqsha. Benar! Luka begitu menganga, malam terasa panjang, kegelisahan begitu berat, kesabaran dan sumbangsih yang berkesinambungan. Maka keberanian adalah kesabaran sesaat. Dan keyakinanlah yang mengantarkan kita kepada kepemimpinan dalam beragama. Jika kita tahu apa yang telah dipersembahkan, niscaya dengan sangat mudah dan jelas mengetahui (apa yang bisa kita dapatkan), seperti yang dikatakan Ustadz Muhammad Hasan Syarab dalam bukunya “Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha”: “Masjid Al-Aqsha yang disebut dalam surat Al-Isra’ semuanya adalah Al-Haram Al-Qadasi. Tempat, dimana pahala shalat di sana dilipatgandakan. Di penjuru mana saja di komplek yang dikelilingi pagar tembok itu, apakah di ‘Masjid Al-Aqsha’, atau di Qubbah As-Shakhrah, atau di Musalla Al-Marwani atau bahkan di pelataran berpasir yang berada di dalam komplek yang dibatasi dinding tersebut. Setiap rakaat bernilai sama dengan 500 kali rakaat (dalam riwayat lain 1000 rakaat) shalat di masjid-masjid lainnya, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Maka kini saatnya, wahai kaum Muslimin dan bangsa Arab, untuk bangkit dari tidur panjangmu. Dan segera tersadar dari kelengahanmu. (hre/PIC/knrp/hdn)
sumbr : klik disini
Oleh Syeikh Raid Shalah, Ketua Harakah Islam di wilayah Palestina 48
Al-Aqsha Dalam BahayaSaya menemukan ketidakpahaman dan ketidaktahuan pada sebagian (besar) umat Islam tentang apa yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak? berapa luasnya? dan bangunan apa saja yang ada di dalamnya?
Ketidaktahuan Umat tentang hal ini sudah barang tentu merupakan sebuah fenomena yang menyedihkan. Dari banyak perjalanan yang saya lalui, apakah selama menunaikan ibadah Haji, atau keikutsertaan saya dalam konferensi-konferensi Islam, dan interaksi dengan berbagai elemen Umat baik di musim Haji maupun Umrah, saya punya kesimpulan bahwa kaum Muslimin masih memiliki pemahaman yang salah tentang Masjid Al-Aqsha.
Sebagian mereka menyangka bahwa Qubah As-Shakhrah (Dome of The Rock atau masjid berkubah kuning emas) adalah Al-Aqsha. Sebagian lagi mengira, bahwa Mushalla Al-Marwani adalah bangunan tersendiri, bukan merupakan bagian dan tidak ada kaitanya sama sekali dengan Al-Aqsha Al-Mubarak. Sebagian lagi bahkan kebingungan ketika mendengar istilah “Al-Aqsha Al-Mubarak” dan istilah “Al-Aqsha Al-Qadim” (Al-Aqsha kuno). Karenanya saya pikir adalah sesuatu yang urgen dan mendesak untuk mengangkat dan menjelaskan permasalahan ini. Karena tidak bisa dianggap wajar jika seorang muslim atau seorang arab ketika dia tidak mengetahu yang mana Al-Aqsha, karena ketidaktahuan terhadap hakikat Masjid Al-Aqsha yang sesungguhnya adalah awal yang memilukan bagi hilangnya Al-Aqsha Al-Mubarak.
Sebaliknya, mengetahui dan memahami dengan baik (hakikat Masjid Al-Aqsha) merupakan prasyarat mutlak demi terwujudnya kesucian, kemuliaan dan kemerdekaan Al-Aqsha Al-Mubarak, meski orang-orang kafir pasti tidak menyukainya. Karena itu, saya bertanya kepada diri saya pribadi dan kepada Kaum Muslimin, “Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Al-Aqsha Al-Mubarak itu?”
Mujiruddin Al-Hanbali (seorang Alim yang lahir di kota Al-Quds dan merupakan keturunan dari Abdullah bin Umar bin Khathab*) dalam kitabnya An-Anas Al-Jalil (sebuah buku yang secara panjang lebar menerangkan tentang sejarah Baitul Maqdis sejak didirikannya hingga tahun 900 H/1494 M dan merupakan referensi paling lengkap tentang kehidupan ilmiah pada masa Dinasti Ayub dan Raja-raja Mamluk.
**Dia katakan: “ Yang populer di kalangan masyarakat bahwa Al-Aqsha dalam konteks kiblat yaitu keseluruhan bangunan di tengah-tengah Masjid yang di dalamnya terdapat mimbar dan mihrab besar. Padahal sesungguhnya yang dimaksud Al-Aqsha adalah sebutan bagi seluruh komplek Masjid yang dibatasi oleh dinding pembatas. Maka bangunan yang terdapat di dalam masjid dan bangunan-bangunan lainnya, seperti Qubbah As-Shakhrah (Dome of The Rock), ruwaq-ruwaq (mihrab-mihrab masjid) dan bangunan-bangunan baru lainnya adalah bangunan-bangunan baru. Dan yang dimaksud dengan Al-Aqsha adalah komplek yang dibatasi oleh dinding pembatas.” Ad-Dubbagh dalam bukunya Al-Quds mengatakan, “ Al-Haram Al-Qadasi (wilayah haram yang suci) terdiri dari dua bangunan masjid; pertama, Masjid Ash-Shakhrah (atau Qubbah Ash-Shakhrah) dan Masjid Al-Aqsha, serta bangunan-bangunan apa saja yang ada disekitarnya, hingga dinding pembatas sekalipun.”
Dengan dasar ini, jelaslah bagi kita bahwa semua kawasan yang ada di dalam batas dinding Al-Aqsha Al-Mubarak adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Bahkan dindingnya itu sendiri merupakan bagian dari Al-Aqsha. Dalam artian, dinding dan semua pintu gerbang yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha yang diberkahi. Sebagai contoh, Dinding sebelah Barat adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha, begitu pula dengan Tembok Al-Buraq yang merupakan bagian dari Dinding Barat tersebut adalah juga bagian tak terpisahkan dari masjid Al-Aqsha. Dan Ribath Al-Kurd yang juga bagian dari Dinding Barat, merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Demikian pula dengan semua pintu masuk yang ada di Dinding Barat tersebut seperti Pintu Barat (Bab Al-Magharibah), juga semua bangunan yang ada di Dinding Barat seperti madrasah At-Tankaziyah, semuanya bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya, yakin mayoritas Umat Islam belum mengetahui tentang hakikat ini. Dan adalah kewajiban bagi mereka untuk mengetahuinya. Maka bagi yang telah mengetahui hakikat-hakikat ini akan memahami betul bahwa telah terjadi pelanggaran yang nyata terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak hingga saat ini. Seperti, Perombakan dan pengalihfungsian Tembok Al-Buraq yang merupakan bagian dari Al-Aqsha yang sekarang ini terkenal dengan sebutan “Benteng Ratapan” (sebagai bentuk penyesatan makna) adalah salah satu bentuk penistaan yang nyata dan terus-menerus terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Juga penutupan Pintu Barat (yang merupakan bagian dari Al-Aqsha) yang dilakukan Israel hingga saat ini. Serta pengalihfungsian Madrasah At-Tankaziyah (yang merupakan bagian dari Al-Aqsha) menjadi barak militer Israel hingga saat ini. Semua itu merupakan bentuk-bentuk pelanggaran yang nyata dan berkesinambungan terhadap Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya ulangi-ulangi sebagai penegasan, dan siapa saja di antara yang masih tidak paham tentang hal ini, sungguh keterlaluan.
Orang yang mengetahui hakikat Al-Aqsha Al-Mubarak maka secara otomatis akan mengetahui apa bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan secara berkesinambungan dan apa saja penistaan-penistaan nyata yang dilakukan terhadap Al-Aqsha. Dan saya ingin katakan, “Bahwa Benteng Timur dan Benteng Utara serta Selatan yang mengelilingi Al-Aqsha Al-Mubarak dengan semua pintu dan bangunan yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan juga dari Al-Aqsha!! Sungguh tragis petaka yang menimpa Masjid Al-Aqsha hingga detik ini jika dilihat pemahaman yang mengantarkan kita kepada hakikat Al-Aqsha Al-Mubarak ini!! Saya juga ingin menegaskan lagi bahwa semua bangunan yang ada di komplek yang dikelilingi oleh tembok pembatas mirip segi empat ini adalah bagian tak terpisahkan juga dari Al-Aqsha Al-Mubarak!! Maka pelataran berpasir yang ditanami pohon Zaitun dan pepohonan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Tempat aliran air, kubah-kubah, tembok-tembok pembatas, gapura-gapura serta bangunan-bangunan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Saya ulangi lagi, bahwa yang mengetahui dan memahami hakikat inilah yang akan mengerti nestapa dan kegelisahan yang menyelimuti Al-Aqsha Al-Mubarak!! Salah satu bangunannya yang terletak di dalam dinding pembatas telah dialihfungsikan menjadi Pos Polisi Zionis hingga saat ini, dan ini bentuk penodaan nyata yang berkesinambungan terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Demikian pula dengan pelataran tanah yang terletak di antara dinding Al-Aqsha, sebagian orang Zionis, terutama, “Yisrael Hawkins” berupaya membangun Sinagog di atasnya, dan menyatakan secara terang-terangan tentang hal itu. Dan bahkan secara terang-terangan mengatakannya kepada saya tentang rencana ini. Maka saya katakan kepadanya, “ Kalau itu yang kalian rencanakan, maka, (sebenarnya) kalian sedang berusaha untuk menyulut terjadinya perang dunia ketiga karena wilayah ini adalah bagian dari Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Dan cukup dengan berpikir untuk membangun Sinagog di atasnya kalian telah melakukan penodaan yang nyata terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak!! Termasuk apa yang dilakukan Pemerintah Zionis dengan menutup pintu-pintu yang menjadi akses masuk ke pelataran ini dan bangunan-bangunan yang ada di dalamnya hingga saat ini adalah bentuk pelanggaran nyata terhadap Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak.
Kemudian ingin saya katakan lagi, seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa As-Shakhrah Al-Musyarafah (Batu yang dimuliakan) adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Serta Masjid yang dibangun di tengah-tengah komplek Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak dari arah Kiblat (yang oleh Umat Islam sering dipahami sebagai masjid Masjid Al-Aqsha (yang sesungguhnya), padahal bukan itu yang dimaksud Masjid Al-Aqsha (yang sesungguhnya), beserta bangunan-bangunan yang terdapat di bawah masjid ini yang kita sebut dengan istilah “ Al-Aqsha Al-Qadim” (Al-Aqsha Kuno) semuanya adalah bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha Al-Mubarak. Begitu pula dengan Mushalla Al-Marwani yang terletak di sebelah tenggara Al-Aqsha adalah juga bagian tak terpisahkan dari Al-Aqsha. Berdasarkan pemahaman ini, maka rencana jahat apapun untuk mengambil atau mengubah Al-Aqsha Al-Qadim dan Mushalla Al-Marwani adalah bentuk konspirasi keji terhadap Al-Aqsha Al-Mubarak. Dan kita bertahun-tahun tertipu, lalu dengan enteng berseloroh, “Demi terciptanya kedamaian, mengapa tidak kita serahkan saja Mushalla Al-Marwani atau Al-Aqsha Al-Qadim kepada orang-orang Yahudi?!”
Saya katakan: Bangkitlah wahai Kaum Muslimin dan bangsa Arab! Pemikiran seperti ini adalah bentuk pelanggaran keji terhadap Al-Aqsha. Benar! Luka begitu menganga, malam terasa panjang, kegelisahan begitu berat, kesabaran dan sumbangsih yang berkesinambungan. Maka keberanian adalah kesabaran sesaat. Dan keyakinanlah yang mengantarkan kita kepada kepemimpinan dalam beragama. Jika kita tahu apa yang telah dipersembahkan, niscaya dengan sangat mudah dan jelas mengetahui (apa yang bisa kita dapatkan), seperti yang dikatakan Ustadz Muhammad Hasan Syarab dalam bukunya “Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha”: “Masjid Al-Aqsha yang disebut dalam surat Al-Isra’ semuanya adalah Al-Haram Al-Qadasi. Tempat, dimana pahala shalat di sana dilipatgandakan. Di penjuru mana saja di komplek yang dikelilingi pagar tembok itu, apakah di ‘Masjid Al-Aqsha’, atau di Qubbah As-Shakhrah, atau di Musalla Al-Marwani atau bahkan di pelataran berpasir yang berada di dalam komplek yang dibatasi dinding tersebut. Setiap rakaat bernilai sama dengan 500 kali rakaat (dalam riwayat lain 1000 rakaat) shalat di masjid-masjid lainnya, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Maka kini saatnya, wahai kaum Muslimin dan bangsa Arab, untuk bangkit dari tidur panjangmu. Dan segera tersadar dari kelengahanmu. (hre/PIC/knrp/hdn)
sumbr : klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)








