Jakarta (SI ONLINE) - Selama ini banyak kalangan menganggap bahwa
Matematika adalah ilmu yang bersifat pasti. Ternyata anggapan itu
keliru. Matematika bukanlah ilmu yang bersifat pasti, yang bersifat
pasti justru ilmu agama.
Demikian dikatakan Direktur
Eksekutif INSISTS Adnin Armas saat berbincang dengan Suara Islam
Onlinesesaat setelah konferensi pers di Darmin Cafe, Jl. Duren Tiga
Raya, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2012).
Dalam matematika
ada relativitas. "Coba sepuluh bagi tiga. Hasilnya kan tiga koma tiga,
tiga, tiga,...orang akan mengira-ngira saja", jelasnya sederhana.
Sebaliknya, ilmu agama adalah pasti. Bahkan yang belum terjadipun seperti kiamat, kata Adnin, bersifat pasti.
Adnin
juga menjelaskan bahwa ilmu matematika juga bukan ilmu yang bersifat
universal atau bebas nilai. Kesepakatan basis angka sepuluh atau lima,
dipengaruhi oleh bangsa yang menetapkan basis itu. "Kita menetapkan lima
tambah enam adalah sebelas, karena basisnya sepuluh. Tapi bagi Cina
yang menggunakan basis lima, dua tambah empat adalah satu", jelasnya.
Karena
itu, matematika yang merupakan dasar ilmu eksakta saja adalah ilmu yang
tidak universal apalagi dengan ilmu fisika, kimia dan biologi. Sehingga
Islamisasi ilmu pengetahuan (sains) mutlak adanya."Ilmu harus berbasis
agama, jika tidak, akan sekuler", kata Adnin.
sumber :klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar