( HIKMAH ) PELAJARAN DARI POMPEI KOTA KUNO YANG HILANG - Suatu hari,
orang-orang dari Pompeii sedang merayakan hari dewa api, tapi tiba-tiba
dan tanpa peringatan jenis terjadi
letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava banyak. Akibatnya, orang
mencoba melarikan diri namun mereka semua dibunuh segera dan kota itu
menghilang juga tubuh mereka ditutupi dengan lava dan. Ditutupi tubuh
ini telah dipindahkan setelah bertahun-tahun menjadi batuan fosil. Allah
berfirman: (Jadi, kami azab mereka semua secara mendadak, sedang mereka
tidak sadar) (QS. Al-A’raf – ayat 95)
Catatan sejarah
menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan
kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi
perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah
pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya
yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Para
penduduk Pompeii, telah lama terbiasa dengan getaran kecil, namun pada 5
Februari 62 terjadi gempa bumi yang hebat yang menimbulkan kerusakan
yang cukup besar di sekitar teluk itu dan khususnya terhadap Pompeii.
Dimana itu adalah peringatan dari Allah, dengan bencana-bencana kecil
lalu kemudian tidak mereka indahkan, dan terlena dengan kemaksiatan.
Dimana kemaksiatan ialah pelanggaran terhadap hukum Allah, dan
ketiadaan peringatan tentang pencegahan terhadap kemaksiatan itu sendiri
ini tentu menjadi pelajaran untuk kita.
Gempa lainnya, yang
lebih ringan, terjadi pada Th 64,Agustus tahun 79, sebenarnya peringatan
bahwa akan terjadi bencana besar sudah mulai nampak dengan ditandainya
aktifitas getaran - getaran ringan yang semakin kontinyu dan mata air
dan sumur-sumur mulai mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai
terjadi pada 20 Agustus 79,namun peringatan-peringatan itu tidak
disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, terjadilah
letusan gunung Vesuvius.
Ledakan itu merusakkan wilayah
tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan
tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.
Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan
mendengar sesuatu apapun? Dari peristiwa ini adalah tak seorang pun
mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius.
Hampir
bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak
mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, ini terlihat
dari jasad - jasad mereka yang masih utuh membatu menunjukkan bahwa
posisi jasad yang sedemikian alami tanpa menampakkan sebuah bahasa tubuh
dan raut muka orang - orang yang sedang mengalami histeria masal,
mendapatkan teror maut dan kebingungan.
Diantaranya banyak
ditemukan wajah mereka terlihat berseri-seri,sedang tertidur,duduk
dengan posisi normal, dan sedang melaksanakan aktivitas seperti
biasanya, bahkan ditemukan jasad dari satu keluarga yang sedang asyik
menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut.
Banyak
sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi
sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat
sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka
melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula
pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih belia.
Hasil
penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan
raut muka yang masih utuh. Namun secara umum, raut-raut muka mereka
menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang
secara tiba-tiba dalam sekejab kemudian merenggut nyawa seketika itu.
Selama 16 Abad kota ini menghilang,debu tebal menutupi dua buah kota
yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius, Sebenarnya kota ini
telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana
yang menggali sebuah jalan baru untuk sungai Sarno,namun ada dugaan yang
menyatakan bahwa Fontana menemukan beberapa fresko erotis selama
penggalian yang dilakukannya, namun karena norma-norma kesopanan yang
amat kuat saat itu ia mengubur fresko-fresko itu kembali.
Hal
ini diperkuat oleh laporan-laporan penggalian oleh tim lain sesudahnya
yang menyatakan bahwa daerah galian tersebut menunjukkan suasana telah
pernah digali dan dikuburkan kembali,150 tahun kemudian barulah
dilakukan kembali upaya penggalian kota dari timbunan tanah.
Memang apa yang terjadi kepada orang-orang kota itu benar-benar identik
dengan ayat berikut ini, Tuhan memberkati dan meninggikan Dia
mengatakan: (Jadi, ketika mereka melupakan (peringatan itu) dengan yang
mereka telah mengingatkan, Kami membuka bagi mereka pintu-pintu setiap
(menyenangkan) hal, sampai di tengah-tengah kesenangan mereka dalam apa
yang mereka diberikan, tiba-tiba, Kami membawa mereka (sebagai hukuman),
sehingga Mereka! terjun ke kehancuran dengan penyesalan yang mendalam
dan penderitaan .* sehingga akar orang-orang yang lalim terputus Dan
semua pujian dan ucapan terima kasih kami kepada Allah, Tuhan ‘alamin
(manusia, jin, dan semua yang ada) (QS. Al-An’am-ayat 44-45).
Kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748.
Banyak ditemukan bangunan - bangunan yang masih dapat di ketahui jejak
arsitekturnya, bahkan mozaik - mozaik dan lukisan dindingpun masih dapat
dinikmati, bahkan situs kota kuno ini secara keseluruhan termasuk
struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan
modifikasi atau penambahan.
Menyikapi kejadian aneh dibalik
bencana dan tragedi yang terjadi di Pompeii, opini orangpun terbelah
menjadi 2 banyak orang,alih - alih seseorang dengan pola pikir
sekuler,tentunya menganggap kejadian ini hanyalah sebuah bencana dan
kejadian alam saja, akan tetapi tak kalah banyak juga dari kalangan
awam.
Musibah adalah sesuatu hal yang tak bisa kita prediksi
kapan dan dimana dan kepada siapa akan menimpa. Kewajiban kita sebagai
seorang mukmin adalah selalu berdoa minta perlindungan kepada Allah
taala Yang Maha Rahim agar kita terhindar dari musibah.
Rasulullah s.a.w dengan berbagai macam cara selalu menghimbau
orang-orang mu’min supaya mereka senantiasa ingat kepada Tuhan agar
mereka selalu mendapat limpahan rahmat kasih sayang Allah taala. Azab
yang bertubi-tubi turun berupa bencana-bencana alam yang telah menimpa
kaum-kaum terdahulu, banyak negeri porak-poranda dan hancur luluh
sehingga meninggalkan hanya nama dan bekas-bekasnya saja. Beliau s.a.w
sangat merasa khawatir jangan-jangan disebabkan sesuatu kesalahan azab
seperti itu turun pula menimpa mereka yang telah beriman kepada beliau
s.a.w atau orang-orang yang tinggal disekitar kampung halaman beliau
s.a.w.
Maka dari itu kapan saja saat beliau melihat ada angin
bertiup kencang atau hujan lebat turun, beliau segera memohon
perlindungan kepada Allah s.w.t dan berdo’a agar Dia menurunkan kasih
sayang-Nya. Dan beliau s.a.w menghimbau orang-orang mukmin juga untuk
memohon kasih sayang-Nya, agar angin yang sedang bertiup kencang atau
hujan yang sedang turun dengan derasnya itu jangan menjadi azab bagi
mereka. Maka bila saja terjadi angin badai atau angin kencang bertiup
atau hujan turun dengan derasnya maka beliau s.a.w segera memohon
perlindungan dan kasih sayang Allah s.w.t.
Terdapat hadits yang
diriwayatkan oleh Hadzrat Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w
bersabda : “Sekali-kali janganlah kamu mengutuki angin karena angin juga
pembawa rahmat Allah s.w.t disamping ia membawa azab. Akan tetapi
mintalah kebaikan dari angin itu kepada Allah s.w.t dan mohonlah
perlindungan kepada-Nya dari keburukannya.”
Utbah bin Rawahah
mendengar dari Aisyah r.a. katanya: “Apabila angin bertiup kencang atau
nampak ada awan tebal diatas langit, maka muka Rasulullah s.a.w nampak
segera berubah, sebentar duduk sebentar berjalan, beliau s.a.w
mondar-mandir dalam keadaan gelisah dan khawatir takut kalau-kalau angin
atau awan itu membawa azab. Apabila hujan sudah turun beliaupun nampak
gembira, kegelisahanpun perlahan-lahan menghilang.”
Kata Aisyah
r.a, diwaktu itu beliau s.a.w bersabda : “Aku merasa takut
jangan-jangan azab turun bersama angin atau awan itu yang akan menimpa
ummatku”. Apabila beliau melihat hujan sudah turun, beliau bersabda :
“Alhamdulillah ini rahmat Allah turun!”
Wujud Rasulullah s.a.w
dari ujung rambut sampai ujung kaki semata-mata rahmat bagi semua
makhluk Allah s.w.t. Beliau sendiri berdo’a untuk semua dan mengajarkan
juga do’a-do’a itu yang harus diamalkan oleh ummat beliau. Apabila ada
angin atau badai bertiup kencang bacalah do’a ini:
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ
وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ
Artinya : “Ya Allah aku memohon kebaikannya dan kebaikan yang ada
didalamnya dan kebaikan yang diturunkan bersamanya. Dan aku berlindung
kepada Engkau dari keburukannya dan dari keburukan yang ada didalamnya
dan dari keburukan yang diturunkan bersamanya.”
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَ تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجْاَتِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَتِكَ
Artinya :“Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari hilangnya ni’mat
yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan dari berubahnya kesehatan
yang telah Engkau anugerahkan padaku, dan dari azab Engkau yang
datangnya secara tiba-tiba dan aku berlindung kepada Engkau dari semua
perkara yang menimbulkan kemurkaan Engkau.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar