Setelah melakukan kunjungan selama tiga hari di Turki, Paus
Fransiskus menyimpulkan bahwa Islam merupakan agama yang damai. Dia
menolak stigma buruk yang diberikan oleh sekelompok kecil kalangan di
dunia.
“Alquran merupakan kitab perdamaian. Ini adalah kitab nubuatan untuk
perdamaian,” kata Paus Fransiskus sebagaimana dikutip dari laman On Islam, Selasa 2 Desember 2014.
Selama kunjungan ke Turki,
Paus asal Argentina tersebut beremu dengan Presiden Recep Tayyip
Erdogan, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan Kepala Urusan Agama Turki,
Mehmet Gormez.
Paus Fransiskus juga berkunjung ke Masjid Biru di Istanbul. Di sana,
Paus berdoa. Sesudah itu, berkunjung ke Museum Hagia Sophia, yang pernah
difungsikan sebagai gereja dan masjid itu.
Paus menambahkan, ada pandangan yang keliru tentang Islam. Terutama
tentang terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. “Anda tidak bisa
mengatakan itu, seperti juga mengatakan semua umat Kristiani adalah
fundamentalis,” tutur dia.
“Kita sama-sama punya [fundamentalisme]. Semua agama punya kelompok kecil ini,” tambah pria berusia 77 tahun tersebut.
Paus Fransiskus meminta seluruh pemimpin Muslim untuk mengeluarkan
kecaman terhadap aksi terorisme, untuk membantu meruntuhkan stigma
lekatnya Islam dan kekerasan.
“Saya katakan kepada Presiden [Erdogan] ini akan mejadi indah jika
pemimpin Muslim, apakah pemimpin politik, keagamaan, atau akademik, akan
berkata dengan jelas dan mengutuk terorisme sebab dunia akan membantu
mayoritas masyarakat Muslim,” tutur Paus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar